Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan.
Hal ini disampaikan Kabid Ekonomi dan Pembangunan Daerah Brida Kutai Kartanegara Karno kepada Korankaltim.com Rabu (27/9/2023) pagi ini.
Brida sendiri sudah menggelar seminar pendahuluan kajian efektivitas pengelolaan sampah di desa dan kelurahan di Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.
Kajian dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah saat ini dari sisi layanan dan fasilitas persampahan, serta peran serta masyarakat. "Kami lakukan penelitian pengelolaan sampah di desa dan kelurahan, dengan menggandeng tim peneliti Universitas Proklamasi 45 Jogjakarta," kata Karno. "Selanjutnya, Brida dan peneliti akan turun ke lapangan, guna pengambilan data lapangan," imbuhnya.
Karena memiliki jarak yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Kartanegara menjadi tolok ukur pengelolaan sampah secara nasional. Pengelolaan akan dinilai dari pihak desa dan kelurahan dalam pengelolaan sampah.
Kajian awal , sudah dipresentasikan Universitas Proklamasi 45 Senin (25/9/2023) lalu oleh Muhammad Noviansyah Aridito sebagai Ketua Tim Peneliti dengan menghadirkan pendamping dari Dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Juli Nurdiana serta Kabid Kebersihan DLHK Kukar, Irawan.
Tujuan kajian ini akan memberikan rekomendasi fasilitas dan sarana prasarana sesuai implementasi kebijakan strategi nasional (Jakstranas) Indonesia Bersih pada tahun 2025.
"Bisa juga memberikan rekomendasi peningkatan kapasitas dan modal sosial, dalam pengelolaan sampah berbasis desa dan kelurahan," sebut Karno.
Penelitian akan dilakukan di lapangan, yang telah dipilih secara acak dari beberapa kecamatan yang ada di Kukar.
Editor: Aspian Nur