Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Martina Yulianti mengatakan, peningkatan jumlah kasus DBD ini diketahui dari data Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di kabupaten tersebut.
“Baru lihat perkembangan dari UGD, masih kita telusuri lagi secara detailnya, untuk jumlahnya berapa tidak tahu pasti yang pasti meningkat dalam seminggu terakhir, pasiennya banyak anak-anak,” kata Yuli yang juga Plt Direktur RSUD AM Parikesit, Tenggarong Seberang, ini kepada korankaltim.com, Rabu (20/9/2023).
Ia mengungkapkan, meningkatnya kasus DBD ini lantaran adanya perubahan musim, dari awalnya musim panas kini sudah memasuki musim hujan. Kalau musim hujan, lanjut Yuli tentukan banyak genangan air dan di situlah menjadi tempat nyamuk bisa bertelur.
Jentik-jentik nyamuk banyak dan makanya imbauan untuk mulai pemberantasan sarang nyamuk tempat-tempat yang sekiranya menampung air hujan itu dibuang misalnya ada kaleng-kaleng bekas juga ember.
“Nah itu harus dibuang airnya karena itu menjadi tempat nyamuk bertelur dan nyamuk demam berdarah, itukan mencari air bersih, makanya di pemukiman banyak, bak-bak air mandi jangan berlama-lama tidak dikuras supaya jentiknya tadi tidak sempat bertelur,” ungkapnya.
Meskipun kasus DBD meningkat, pihaknya bersyukur sejauh ini tidak ada yang berakibat fatal, dan ia berharap kasus DBD ini tidak sampai menyebabkan kematian. “Sejauh ini aman, mudahan tidak ada (korban), kondisi aman saja (ketersediaan ruangan bagi pasien DBD) dan masih tertangani,” ucap Yuli.
Editor: Maruly Zainuddin