Data yang dihimpun Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Kaman Ulu menyebutkan, ada 21 rumah dilalap si jago merah yang diduga disebabkan korsleting listrik tersebut.
Mayoritas rumah warga yang terdampak berlokasi di RT 7 sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK), sedangkan di RT 6 sebanyak 4 KK, sehingga total ada 88 jiwa yang terdampak. Tidak ada korban jiwa dengan satu unit kendaraan roda empat habis terbakar yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian bersama, Kepala Desa Muara Kaman Ulu membuka posko kebakaran dibantu Karang Taruna Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman. Mereka membuka donasi atau menggalang dana yang dikumpulkan sejak Kamis (7/9/2023) hari ini dan dana yang terkumpul dipergunakan untuk mengurangi beban warga yang tertimpa musibah.
“Dari jam 10 pagi hari ini kami open donasi, mengajak semua orang untuk menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu mereka yang terkena musibah kebakaran kemarin,” kata Hendra kepada Korankaltim.com pagi ini.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, musibah kebakaran disebabkan korsleting listrik. Sebenarnya kebakaran bisa dicegah tidak sampai meluas kalau saja ada posko pemadam kebakaran (damkar) di Muara Kaman. “Saat kebakaran kami menggunakan peralatan seadanya dibantu teman dari Kota Bangun, kami berharap Muara Kaman ada posko damkar yang representative,” harap Hendra.
Editor: Aspian Nur