Murid sekolah pembinaan olahraga yang terdiri dari anak-anak usia sekolah ini membentangkan tulisan berisikan penolakan relokasi pedagang pasar ke Lapangan Pemuda di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kukar.
Salah satu tulisan tersebut adalah untuk memohon kepada pemerintah daerah untuk membatalkan Lapangan Pemuda sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Tangga Arung. "Bapak bupati tolong jangan pindahkan tempat kami, kami ingin tetap berlatih dan mengukir prestasi di Lapangan Pemuda," tulis salah satu poster yang dibawa oleh murid ASB GMK.
"Kami sudah berlatih dan menggunakan lapangan ini cukup lama. Tolong jangan ambil dan pindahkan tempat latihan kami pak," kata Wira (13) salah seorang anak yang membentangkan tulisan pada Selasa (8/8/2023) sore.
Penolakan relokasi ini dilakukan karena secara tidak langsung akan memupuskan harapan, cita-cita serta niat dari para anak-anak yang giat berlatih setiap harinya di lapangan tersebut.
Selain dari anak-anak, para orang tua yang sengaja datang ke lapangan ini untuk menolak relokasi juga mengungkapkan alasan penolakan. Di antaranya adalah masih ada tempat yang cocok dijadikan area relokasi.
"Kan masih ada Pasar Mangkurawang, Pasar Seni dan juga Terminal Tangga Arung. Bahkan mungkin tempat tersebut sama luasnya," kata Selvi, tua murid ASB GMK.
Sementara itu, upaya para orang tua yang dilaksanakan dengan mendatangi Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) agar dapat mempertahankan Lapangan Pemuda ini untuk tidak dijadikan area relokasi belum membuahkan hasil. Namun, pihak Dispora memberikan solusi dengan memfasilitasi kegiatan anak-anak ini di Stadion Aji Imbut dan Stadion Rondong Demang.
"Mau difasilitasi di dua tempat itu, tapi pasti akan timbul permasalahan lainnya. Apalagi anak-anak yang latihan ini rumahnya cukup jauh," tambahnya.
Meskipun demikian, para orang tua murid ini akan terus menyuarakan agar Lapangan Pemuda ini tidak dialihfungsikan sebagai tempat relokasi. Mungkin salah satunya dengan menghadap dan meminta kepada Bupati Kukar secara langsung.
"Ini untuk kepentingan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, menyuarakan apa yang dinginkan anak-anak demi kepentingan bersama dalam menjaga harapan dan cita-cita anak menjadi atlit olahraga. Bukan karena kepentingan pribadi ataupun kelompok," tutupnya.
Editor: Supiansyah