Agenda kegiatan Hadi Tjahjanto adalah membagikan dan menyerahkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara simbolis kepada masyarakat di Kelurahan Jahab, Tenggarong.
Program PTSL pemerintah ini menurut Hadi Tjahjanto diharapkan dapat berdampak pada pertambahan ekonomi yang begitu besar apalagi pertambahan ekonomi dari program PTSL ini untuk seluruh Indonesia ada sekitar Rp5.574 triliun. "Karena itu terus kami kejar," ucap Hadi kepada Korankaltim.com disela kunjungan tersebut pagi tadi.
Hadi berharap program PTSL dan ditambah lagi dengan program redistribusi tanah dari tanah-tanah telantar untuk masyarakat dapat membuat perekonomian akan terus meningkat.
Secara keseluruhan, program PTSL yang bisa direalisasikan ada 126 juta bidang tanah terdaftar. Sehingga diharapkan sertifikat yang diterbitkan bisa mendekati dari jumlah tersebut. "Lihat saat ini saja yang terdaftar baru 105,2 juta bidang," ujarnya.
Kementerian ATR/BPN perlu turun ke lapangan dan melihat langsung agar tahu permasalahan yang dihadapi sehingga bisa dicari solusi percepatan dan diputuskan secara bersama-sama. Tentunya melalui sinergi kolaborasi dengan lembaga dan kementerian lainnya.
Di Kalimantan Timur sendiri pertambahan ekonomi PTSL mencapai sekitar Rp25 Triliun dari tahun 2017-2023. Jumlah ini berasal dari target yang ada sekitar 2,2 juta bidang dan sudah selesai kurang lebih sekitar 75 persen. "Program PTSL ini terus dilanjutkan dan dipercepat sampai dengan tahun 2024 mendatang," sebut Hadi.
Usai menyerahkan secara simbolis sertifikat PTSL kepada masyarakat di Kelurahan Jahab Kecamatan Tenggarong, Hadi Tjahjanto menyempatkan diri untuk meninjau kantor BPN Kukar yang beberapa waktu lalu sudah diresmikan sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Editor: Aspian Nur