Dihadiri Kepala Diarpus Kukar, Hj Aji Lina Rodiah, Sekretaris Hj Aji Yuli Midriani, Kepala Diarpus Kaltim Muhammad Syafranuddin, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional RI Sri Sumekar, Pengembang Aplikasi Pustaka Borneo, Jakaria, Pengelola TIK Layan DPK Kaltim, Rafi Ichsanul Iqbal dengan dibuka secara resmi oleh Bupati Kukar Edi Damansyah yang dalam hal ini diwakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono.
Kepala Diarpus Kukar, Aji Linda Rodiah mengatakan tujuan dari kegiatan ini ialah mengimplementasikan keputusan kepala perpustakaan nasional RI nomor 78a tahun 2011 tentang penetapan 6 center of excellent layanan perpustakaan dan informasi budaya lokal. Meningkatkan akses ke sumber daya informasi tersedia dan layanan perpustakaan yang diselenggarakan oleh seluruh perpustakaan yang tergabung dalam jaringan.
Mempromosikan pemahaman dan kesadaran antar budaya dalam lingkup nasional, menyediakan sumber belajar, mendorong ketersediaan, bahan pustaka dan informasi yang mengandung nilai budaya setempat.
Melestarikan naskah kuno, pengembangan budaya etnis Nusantara dan sumber informasi tentang budaya Kalimantan.
Mengumpulkan dan mengoptimalkan pendayagunaan hasil serah simpan karya cetak dan karya rekam Kalimantan Timur yang diterima. "Melindungi seluruh aset budaya bangsa yang terdokumentasi dalam karya cetak dan karya rekam yang bernilai intelektual dan atau artistik sebagai hasil karya bangsa Indonesia terkhusus Kalimantan," harap Aji Linda Rodiah.
Sementara itu, Kepala Diarpus Kaltim, M Syafruddin menyatakan di era yang serba digital maka perpustakaan harus membuka mata bersinergi menyesuaikan dengan perubahan agar bagaimana kita bisa menyelamatkan sejarah bangsa salah satunya adalah naskah kuno.
"Ini kita selamatkan kalau tidak bangsa kita hanya kenangan saja, salah satu besarnya bangsa adalah bukti otentik, contoh proklamasi kemerdekaan RI 1945, tapi digemakan nya beberapa tahun kemudian, setelah direkam, 5 tahun kemudian beredar, artinya betapa pentingnya dokumen naskah kuno penting bagi bangsa kita. Naskah kuno harus dilestarikan," ujarnya.
Hal senada ditegaskan Sekda Kukar, bahwa Kukar dalam hal ini merasa terhormat dan terimakasih atas ditetapkannya tempat penyelenggaraan kegiatan ini.
Ini bukti kita semua mendukung melestarikan budaya dan memperkuat eksistensi perpustakaan daerah agar memenuhi standar perpustakaan nasional.
"Dan mudah mudahan nanti sebagaimana harapan pak bupati bisa menghasilkan rekomendasi dan rencana kerja yang berkesesuaian dengan maksud dan tujuan dari rapat koordinasi dan sosialisasi pelestarian naskah kuno ini," tegas Sunggono.