Namun orang nomor satu di Kutai Kartanegara itu mengaku kurang berkenan dengan pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara sebelum berganti yaitu Wisnu Wardana beberapa waktu lalu terkait masa waktu pembangunan rumah sakit yang dipercaya kedepan menjadi sentra pelayanan kesehatan terbesar di kawasan pesisir Kukar ini.
"Waktu di lokasi dan mendengarkan pidatonya kepala dinas PU waktu pengerjaan 253 hari, saya hitung sendiri, ini kan sudah bulan 7, kalau hitungan saya empat bulan saja, karena khusus Desember kami lebih intens bagaimana mempersiapkan laporan pertanggungjawaban. Walaupun ada aturan itu bisa diberikan perpanjangan waktu 50 hari tapi itu ada aturannya," kata Edi saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (19/7/2023).
Waktu 50 hari tambahan waktu yang dimaksud Edi adalah adendum, namun dirinya mengharapkan setiap pekerjaan proyek apapun pihaknya tidak menghitung tambahan waktu yang dimaksud, dalam artian diharapkan kontraktor proyek harus bekerja sesuai batas waktu yang ditetapkan melalui hitung-hitungan teknis yang mendasar.
"Meskipun 50 hari itu ada memang sudah aturannya (legal hukum) tapi saya tidak pernah menghitung itu karena saya tidak mau 50 hari itu jadi modus. Inikan saya cermati oknum-oknum teknis ini jadi modus dan ini memang harus sudah proses lelang dilaksanakan tapi sampai hari ini belum lelang, ini modus dapat tambahan 50 hari, saya tidak mau hal seperti itu," tegas Edy.
Tapi kalau ada situasi tertentu yang jadi kebutuhan ada pertimbangan teknis, maka tambahan 50 hari kerja bisa ditolerir. "Perhitungan saya kalau idealnya 4 bulan, ini bulan 7 artinya 210 hari ada selisih hitungan hari dari 253 hari itu. Kami akan lihat bersama kontraktornya sudah ketemu itu. Kami akan bekerja maksimal dengan waktu yang ada ini, memang harapan idealnya selesai nya di Desember 2023 ini," ucap Edy.
Secara realistis meskipun dikejar agar rampung di tahun ini, RS Muara Badak tentunya belum bisa langsung difungsikan, karena ada beberapa hal lagi yang akan dianggarkan lebih lanjut untuk sarana prasarananya.
"Idealnya alokasi penganggaran di murni (APBD 2023) ini realisasinya baik kami tambah lagi, tahapannya seperti itu, nanti dikawal ya," tegas Edi.
Editor: Aspian Nur