"Sangat tidak dibenarkan, kami IMI Kukar mengecam semua jenis kekerasan, apalagi ini dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan pecinta otomotif dalam hal ini sepeda motor, ulah ini tentu mencoreng nama baik biker secara keseluruhan," kata Adi kepada korankaltim.com, Kamis (13/7/2023).
Menurut Adi, dalam setiap kejadian tentu ada sebab akibat, dirinya berpikir obyektif dan menyatakan tidak mungkin seseorang ada niatan untuk menyerempet pengendara motor jika tidak ada yang memicunya.
Dari pantauannya selama ini, kegiatan bermotor saat ini tidak lagi menjadi hal yang menyenangkan, justru menjadi ajang kebut-kebutan di jalan oleh para sekelompok orang yang melakukan aktivitas tersebut.
"Sunmori (sunday morning ride) sebenarnya merupakan salah satu aktivitas berkendara yang menyenangkan. Sebab, selain dapat menikmati melewati rute yang dilalui dengan motor kesayangan, juga merasakan kebersamaan dengan sesama biker," terangnya.
Ia menegaskan pada kegiatan sunmori juga sebagai ajang edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengutamakan keselamatan berkendara, bukan justru sebaliknya. "Penentuan titik kumpul dan rute juga harus disepakati sehingga ketika parkir motor tidak menggangu badan jalan, mengenakan helm terstandar dan kelengkapan berkendara lainnya serta yang terpenting adalah para biker yang melakukan kegiatan ini harus santun di jalan jangan bertindak arogan serta sok jagoan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (12/7/2023) sekitar pukul 17.00 WITA di kawasan Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di depan Pos Tahura, geng motor yang berjumlah empat orang melakukan pengeroyokan terhadap sopir truk boks, hingga tergeletak di jalan dengan kondisi kepala mengeluarkan banyak darah, tepat di samping truknya. Pengeroyokan itu lantaran sopir truk menyerempet salah satu pelaku, hingga nyaris masuk ke dalam semak-semak. Inilah yang menjadi pemicu terjadianya pengeroyokan tersebut.
Editor: Maruly Zainuddin