Bursa kerja ini sendiri diikut 33 dari sekitar 240 perusahaan aktif yang ada di kabupaten tersebut. “Sudah saya pesankan, saya imbau supaya nanti teman-teman perusahaan HRD-nya (personalia) terus berkoordinasi bekerja sama dengan kami pemerintah kabupaten melalui Disnaker, berikan informasi kepada kami data-data lowongan pekerjaan dan kualifikasinya," kata Edi kepada korankaltim.com, Rabu (12/7/2023).
Edi mengatakan, ke depan job fair tidak hanya dilakukan setahun sekali, karena idealnya diselenggarakan per triwulan agar serapan tenaga kerja di Kukar bisa maksimal. Ia mengungkapkan selama ini Pemkab rutin memberikan pelatihan kerja dalam upaya bersama peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui serapan tenaga kerja dengan pendidikan pelatihan yang dilakukan sejauh ini sudah berbasis kepada pasar.
Bupati mengingatkan ke depan jangan ada perusahaan yang justru diketahui keberadaannya setelah muncul permasalahannya dulu yang dibawa hingga ke tingkat kabupaten melalui Distransnaker.
"Seperti ada PHK, ada pemotongan sepihak, ada hak-hak buruh kerja yang tidak terpenuhi, setelah jadi persoalan baru sampai ke Distransnaker, ini kita balik sejak awal kalau supervisi ini kita lakukan dengan baik, sehingga hal-hal yang bisa menggangu investasi hal-hal yang bisa menggangu operasional itu bisa kita minimalisir sejak awal.
Editor: Maruly Zainuddin