Satu dari beberapa upaya tersebut adalah dengan cara menggunakan pipa High Density Polythene (DPE) untuk jaringan perpipaan yang didistribusikan ke rumah-rumah warga.
"Kalau dulu besi beralih ke pipa PVC, kalau besi mudah sekali korosi kalau PVC tidak korosi cuman dengan termakannya usia tiba-tiba pecah, rawan pecah. Kalau HDPE produk baru penyempurnaan dari pipa-pipa yang digunakan Perumda menggunakan HDPE itu selain tidak berkarat tahan tekanan benturan, seandainya dilalui kendaraan dan kempeng bisa kembali lagi, kalau pipa lain dilalui kendaraan ya langsung pecah," kata Direktur Teknik (Dirtek), Sutrisno didampingi Kasubag Humas Perumda Tirta Mahakam, Wahono kepada korankaltim.com, Kamis (6/7/2023).
Penggunaan pipa HDPE ini sebenarnya sudah sejak lama yaitu saat Perumda Tirma ingin dijadikan pilot project terkait penyediaan air minum beberapa tahun lalu. Sejak saat itu sebenarnya perpipaan Perumda Tirta Mahakam sudah menggunakan jenis HDPE.
"Namun sekarang beralih ke HDPE karena sekarang sudah terjual bebas di Indonesia, kalau dulu kan dari Australia saja yang ada hanya negara tertentu saja kalau sekarang ini sudah di Surabaya saja itu banyak macamnya dan banyak merek nya, akhirnya sudah beralih ke HDPE semua dan rata-rata untuk Sambungan Rumah SR baru menggunakan itu semua," sebut Sutrisno.
Sebagai informasi HDPE biasa juga dikenal dengan nama Pipa PE (atau Pipa PE-100) sering disebut juga pipa hitam. Material HDPE dibuat dari bahan minyak bumi yang memiliki karakteristik antara lain, memiliki tingkat kelenturan dan kekuatan tinggi sehingga tidak mudah rusak. Ikatan antar molekul material yang terikat sangat kuat satu dengan yang lain sehingga tingkat keretakan sangat rendah.
HDPE juga merupakan pipa berstandar food grade yang artinya aman untuk peralatan makan dan minum. Hal tersebut dikarenakan bahan dari produk pipa yang satu ini tak mudah rusak dan mengakibatkan pencemaran.
"Memang material ini sangat cocok dan direkomendasikan untuk saluran air bersih bertekanan karena menghindari benturan dari luar, umpama pipa lain itu kita pendam namun ada truck lewat tahu-tahu pecah, nah kalau HDPE itu tidak, dia begitu kempeng dia kembali lagi, meskipun tidak dipendam ditaruh di aspalan (permukaan jalan, red) gitu saja, didalamnya ada aliran air kemudian ada kendaraan lewat dia tidak apa-apa," sebut Sutrisno.
Editor: Aspian Nur