Sebuah perahu ketinting yang dinaiki empat orang dan terbalik dan karam tepat di bawah sebuah kapal tongkang atau tug boat pengangkut batu bara bernama lambung Gemilang 3068.
Penumpang di perahu itu sendiri adalah Anak Buah Kapal (ABK) dari tug boat Bahar 37 yang baru pulang berbelanja di darata. Perahu terbalik dan tenggelam karena tersedot ke bawah tongkang.
ABK yang hilang bernama Andre Febriman, berusia 35 tahun. Saat kejadian, dirinya bersama tiga temannya baru pulang berbelanja keperluan sehari-hari dan berniat kembali ke tug boat.
Dalam perjalanan kembali, baling-baling perahu ketinting yang digunakan terlilit sampah plastic, membuat mesin perahu mati yang kemudian terseret oleh arus sungai kebagian bawah kapal tongkang Gemilang 3068.
Andre dan teman-temannya sempat berusaha untuk keluar dari arus sungai yang menyeret perahu di bawah kapal tongkang. Nahas, saat perahu terbalik dan terbawa arus kebawah kapal tongkang, Andre tidak bisa menyelamatkan diri dan ikut tenggelam, sementara tiga temannya berhasil berenang menyelamatkan diri.
Karena belum ditemukan, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Kantor Pertolongan dan Pencarian Kelas A Balikpapan untuk bisa membantu pencarian.
"Usai mendapat laporan, Basarnas kemudian mengirimkan satu tim Unit Siaga SAR Samarinda ke lokasi kejadian," kata Kasi Operasi Basarnas Kaltim, Basri kepada Korankaltim.com.
Tim yang diberangkatkan pada Selasa (4/7/2023) malam ini kemudian berkoordinasi dengan unsur lainnya yang juga berada di lokasi kejadian.
Upaya pencarian pun dilaksanakan pada Rabu (5/7/2023) pagi oleh tim SAR gabungan dengan membagi tim menjadi dua bagian. Pencarian dilakukan disekitar lokasi kejadian hingga tiga kilometer jauhnya.
Editor: Aspian Nur