Festival pangan lokal B2SA tingkat kabupaten ini mengambil tema ‘mencegah stunting dan meningkatkan generasi sehat dengan pangan’ ini dibuka secara resmi Bupati Kukar Edi Damansyah pada kesempatan ini diwakilkan oleh Asisten III, Wiyono dengan turut dihadiri para camat dan Ketua Tim Penggerak PKK, Hj Maslianawaty Edi Damansyah.
Wiyono mengatakan festival pangan lokal yang dilombakan dengan dinilai oleh juri andal yakni chef dari berbagai restoran dan hotel ternama di Samarinda dan Tenggarong ini bertujuan untuk ajang edukasi kepada masyarakat luas bahwa kebutuhan dasar, bukan hanya berbicara tentang jumlah pangannya saja tapi juga kualitasnnya. Festival pangan ini juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi dan pemanfaatan produk pangan lokal yang berkelanjutan bagi masyarakat Kukar.
“Jadi agenda kita hari ini bagaimana kualitas dari bahan pangan itu layak dikonsumsi masyarakat kita, karena kan kita tidak boleh terlalu banyak daging, terlalu banyak nasi jadi kombinasi yang seimbang ini penting kita edukasi ke masyarakat bahwa terhadap kebutuhan pangan itu tidak hanya berbicara soal volume saja tapi juga harus berbicara tentang kualitasnya, kualitas itu adalah rasio kebutuhannya ini harus seimbang,” kata Wiyono kepada korankaltim.com, Senin (4/7/2023).
Adapun peserta festival pangan lokal ini diikuti seluruh kecamatan se-Kukar berasal dari Tim Penggerak PKK masing-masing kecamatan. Wiyono yang juga menjabat sebagai Plt Disketapang Kukar ini berharap nantinya di tingkat Kecamatan-kecamatan juga bisa melakukan agenda semacam ini.
“Supaya kita bisa mengedukasi ke masyarakat agar bisa menjaga pola makan-nya agar juga seimbang, karena ketahanan pangan ini tidak hanya memastikan kecukupan jumlah kuantitas pangan tapi juga kualitas. Setelah ini yang menang tingkat kabupaten ini nanti akan mewakili Kutai Kartanegara untuk lomba tingkat provinsi,” tegasnya.