Isran datang untuk secara simbolis melakukan penanaman padi pada seribu hektare sawah yang dilaksanakan di Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong.
"Acara penanaman simbolis ini dalam rangka kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia," ucap Isran.
Kegiatan tersebut diuraikannya sebagai upaya akselerasi dan mengembangkan pertanian serta mengantisipasi kemungkinan Kaltim terkena pengaruh fenomena El-Nino, dimana menurut prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena ini akan mencapai puncaknya Agustus bulan depan.
"Kegiatan penanaman ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, minimal 1.000 hektare per kabupaten dan kota yang punya lahan pertanian," sebut Isran lagi.
Orang nomor satu di Benua Etam itu menyampaikan arahan dari pemerintah pusat agar seluruh wilayah di Indonesia bisa melakukan efisiensi penggunaan air sehingga air bisa lebih diarahkan ke tanaman pangan pada saat musim kemarau yang sedang berlangsung sekarang ini. "Walaupun curah hujan di Kaltim ini masih cukup baik, tetapi tetap harus diantisipasi," tegasnya.
Mengenai anggaran yang dikucurkan dalam sektor pertanian khususnya di Kaltim, Isran mengatakan cukup lumayan terakomodir. Terutamanya bagi para penyuluh pertanian dalam melakukan upaya atau dorongan kepada para petani.
"Penyuluh mendapat anggaran sekitar Rp5 Miliar sampai Rp10 Miliar atau kurang lebih sekitar 10 persen. Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin," sebut Isran.
Editor: Aspian Nur