Bangunan tersebut merupakan tempat tinggal para guru dan juga pensiunan guru di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Tenggarong.
"Bangunan yang terbakar adalah asrama lama SDLB Tenggarong yang kini didiami oleh guru dan juga pensiunan guru SDLB," kata Bendahara RT 13 Kelurahan Sukarame Muldianto kepada Korankaltim.com saat ditemui Selasa (20/6/2023).
Ada 10 Kepala Keluarga (KK) dengan 33 jiwa harus merelakan harta benda yang dimiliki dilalap si jago merah karena tidak ada yang bisa terselamatkan pada saat musibah terjadi.
"Saat ini beberapa korban berada di tenda pengungsian yang ada di gedung SDLB, termasuk saya bersama keluarga. Tapi ada juga yang mengungsi ke rumah keluarga," tambahnya.
Sementara untuk kerugian yang dialami akibat musibah kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp1 Miliar dan tidak ada korban jiwa, hanya saja seorang penghuni rumah disekitar lokasi kebakaran terpaksa dilarikan menuju ke rumah sakit karena sempat terhirup asap dan syok saat kejadian.
"Keadaannya sekarang sudah sedikit membaik, rumahnya tidak terbakar. Tapi karena asap kebakaran menuju rumahnya dan api semakin membesar sehingga membuat syok," ujarnya.
Adapun penyebab api berasal dari satu rumah yang ditinggal pergi oleh pemiliknya, diduga api muncul karena korsleting listrik di sebuah kamar.
"Saat itu mereka sedang pergi ke Samarinda untuk berobat. Pemilik rumah juga tidak sempat menyelamatkan harta benda," jelas Muldianto.
Mewakili para korban musibah kebakaran, Muldianto juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian dengan menyerahkan bantuan sembako dan peralatan lainnya.
"Tadi sudah diserahkan oleh Dinas Sosial Kukar, kami hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan," tutup Muldianto.
Editor: Aspian Nur