Salah satu kegiatan teknis yang konkret dilakukan untuk percepatan ini ialah dengan menetapkan program District Meter Area (DMA) di sejumlah zona untuk mengetahui seberapa besar air yang keluar dan seberapa besar yang benar-benar terpakai oleh pelanggan.
"Pemasangan water meter induk yang ditujukan untuk mengetahui kebocorannya berapa akan ketahuan, istilahnya di water meter induk tadi misalnya dikeluarkan 10 tapi kok pemakaian warga tidak sampai 10 nah berarti ada yang bocor" kata Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam, Sutrisno didampingi Kasubag Humas, Wahono kepada korankaltim.com, Senin (1/5/2023).
Ia menyebutkan kawasan Tambak Rel ini merupakan zona pertama yang dilakukan dari program DMA ini. Selanjutnya akan ada zona lain yang pada kegiatan ini akan difokuskan dulu di Perumda Tirta Mahakam Cabang Tenggarong. "Untuk sementara Tambak Rel dulu, memang untuk Percepatan Penanggulangan NRW ini ketuanya saya, kami bekerjasama dengan Akatirta Magelang, jadi untuk NRW yang sifatnya non teknis itu sudah selesai jadi saat ini tinggal teknis nya. DMA ini bertujuan untuk memantau berapa air yang hilang ke pelanggan, apakah air tadi hilangnya dari pipa induk apakah dari akurasinya water meter" sebutnya.
Sementara itu, Kepala Perumda Tirta Mahakam Cabang Tenggarong, Sutikno menambahkan teknis pemasangan water meter di Simpang 4 Tambak Rel Kelurahan Baru ini akan menyebabkan layanan distribusi air sedikit terganggu.
"InsyaAllah jam 9 besok sampai selesai, kemungkinan sebentar saja pengerjaannya, adapun wilayah terdampak kawasan Kelurahan Sukarame, Kampung Baru, Mangkurawang dan sekitarnya. Kami mohon maaf sebelumnya dan kita imbau masyarakat terdampak bisa menampung air cadangan" ujarnya.
Senada dengan yang disampaikan Dirtek, Sutikno menegaskan pemasangan water meter induk ini kaitannya dengan program DMA. Yaitu untuk mengetahui seberapa besar air yang dikonsumsi oleh pelanggan di daerah tersebut, dan untuk mengetahui ada tidaknya tingkat kehilangan air.
"Sementara pilot projects nya di daerah Tambak Rel dulu, selanjutnya baru kawasan lainnya, yaitu Arwana, Penerangan, Usaha Tani, Loa Tebu, Rempanga, Bukit Biru, Jahab, Belida, Triyu dan Gunung Belah" pungkas Sutikno.
Editor: Rusdianto