Pada awal ditemukan, tidak diketahui identitas mayat tersebut, oleh karenanya aparat setempat memohon bantuan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kukar untuk permohonan pemeriksaan biometrik. Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto turun langsung menyikapi hal ini dan memastikan bahwa mayat yang ditemukan adalah warga asal Jombang, Jawa Timur.
“Dari kejadian ini kami kembali mengingatkan betapa pentingnya rekam biometrik KTP el. Jadi kami awalnya mendapat surat permohonan dari kepolisian untuk identifikasi, setelah dilakukan dengan menggunakan sidik jari, akhirnya diketahui data penduduk tersebut,” kata Iryanto kepada korankaltim.com, Kamis (9/3/2023).
Selain penting sebagai bukti identitas, fungsi rekam biometric juga akan memudahkan seseorang menerima pelayanan publik. Bagi warga yang masih hidup, rekam biometrik KTP el sangat penting karena semua pelayanan publik akan berbasis NIK dan KTP-el. "KTP el itu seperti ‘nyawa’ penduduk, karena segala urusan mulai dari mengurus akta nikah, urusan perbankan, SIM, BPJS semua membutuhkan data KTP-el,” ungkapnya.
Sebagai informasi seorang mayat ditemukan warga di jalan Poros Muara Badak - Samarinda RT 03, Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, pada Senin (6/3/2023) sekitar pukul 09.30 WITA.
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Gatot Iswanto mengatakan, informasi awal dari warga. Dia menemukan seorang pria tergeletak disebuah rumah kosong.
Saat dilihat orang tersebut sudah tidak sadarkan diri. Kondisi penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi leher yang terikat tali berwarna biru.
"Setibanya di rumah tersebut saksi langsung mengambil air di drum yang ada di depan rumah tersebut. Saat saksi menengok saksi terkejut melihat terdapat orang yang terbaring di tanah dengan leher yang terikat tali warna biru," kata Iptu Gatot.
Lebih lanjut, dalam indentifikasi sementara. Tidak ditemukan tanda pengenal dari jenazah tersebut. Indikasi sementara mayat tersebut meninggal karena bunuh diri.
Mayat pun dibawa ke Rumah Sakit untuk diotopsi. Dari pengecekan di TKP ada didapat barang yang diduga milik korban berupa buah tali tambang sedang warna biru, satu buah tali rafia warna hijau, satu buah botol air mineral yang berisi air, dan satu buah roti.
"Masih didalami itu informasi awal. Dia tidak ada tanda pengenal. Indikasi sementara bunuh diri," tukas Iptu Gatot.
Editor: Rusdianto