Bupati H Edi Damansyah yang sekaligus melihat pengelolaan sampah di lokasi tersebut
Kepala DLHK Kutai Kartanegara Alfian Noor menyampaikan hal ini kepada Korankaltim.com Jumat (3/3/2023) pagi tadi. "Kemarin didatangi bupati untuk melihat dan menandatangani prasasti peresmian Bank Sampah Sehat sekaligus menyampaikan beberapa pesan dan arahan," kata Alfian.
Satu diantara masukan Edi Damansyah adalah bagaimana membuat bank sampah ini bisa eksis mengingat banyak bank sampah yang sekarang ini vakum dan mati suri karena mengalami beberapa kesulitan.
"Bupati berpesan agar Bank Sampah Sehat ini dijadikan sebagai bank sampah induk sehingga bisa mengkoordinir dan juga menjadi percontohan bagi bank sampah lain di Kutai Kartanegara," tambahnya.
Sebagai bank sampah induk, nantinya bank sampah ini bersama DLHK Kukar akan memberikan pembinaan terhadap bank sampah lainnya yang jumlahnya mencapai 58 unit dan tersebar di beberapa kecamatan serta membantu bank sampah yang selama ini mengalami kesulitan khususnya dalam pemasaran produk. "Tugasnya membina bank sampah yang selama ini mati suri dan membantu dalam hal pemasaran," jelas Alfian.
Sampah bernilai ekonomi baik organik maupun anorganik yang ada di bank sampah lain nantinya akan dijemput oleh bank sampah induk. Kendala selama ini yang dihadapi adalah pada alat angkutnya.
"Jadi nanti dijemput oleh bank sampah induk dan dibantu dipasarkan. Hasilnya pemasarannya akan dikembalikan kepada bank sampah yang dijemput tadi," tutup Alfian.
Editor: Aspian Nur