"Sebelumnya ada beberapa sistem pengelolaan parkir sudah kami coba untuk penerapan pembayaran non tunai menggunakan QRIS tapi dalam perjalanannya terhalang dengan kesiapan masyarakatnya yang tak terbiasa dan belum siap. Karena itu kami melihat potensi yang lumayan terutama di akhir pekan bagaimana caranya sistem pengelolaan parkir ini tidak banyak bocor," kata Baja.
Selama ini dalam pengelolaan parkir, Dishub memanfaatkan juru parkir di tiga kawasan itu, tapi ternyata dari data yang diperoleh setiap dan dalam melakukan pendataan tidak sesuai dengan pendapatan yang diterima.
"Yang seharusnya di hari Minggu jumlah kendaraan sekitar 600 unit dari jam empat sore sampai jam 10 malam untuk roda dua sementara roda empat 100 lebih, dihitung-hitung pendapatan bisa satu juta rupiah satu hari, tapi ternyata tidak signifikan. Kami menyadari tenaga manusia dan sistem, mereka pun tidak kami gaji jadi secara tidak langsung kami mendelegasikan tugas pemungutan itu ke juru parkir, kurangnya disitu, belum bisa profesional," paparnya.
Di Masjid Al Falah telah ditetapkan kantong parkir begitu pula Pos Kumala. Untuk tarif berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2020, dua ribu rupiah untuk motor sekali parker dan tiga ribu rupiah mobil.
"Kalau dikelola dengan palang parkir yang ada ini kami uji coba kemarin 5 hari kami bisa dapat sekitar Rp2. Juta dari uji coba di tiga titik itu. Itu pun tidak rutin kita lihat potensi yang ramai di hari Sabtu-Minggu. Setelah kami rincikan kami hitung-hitung ternyata memang lumayan, ada peningkatan. Ini ternyata bisa mendongkrak PAD," sebut Baja.
Untuk teknis pemungutan di palang parkir ini petugas yang menunggu dari Dishub selaku operatornya. Para juru parkir tetap boleh bekerja dan diberdayakan di kawasan tersebut hanya saja waktunya yang diatur.
"Kami berdayakan kita pakai di sana biar mereka tetap masih mencari uang jadi posisinya kami beroperasi dari jam 4 sore sampai jam 10.00 malam, di atas itu juru parkir yang membantu menata cuman untuk posisinya pada saat jam-jam ramai itu diambil oleh Dishub kalau siang kosong. Kami tetapkan jam empat biar juru parkir nya juga belajar disiplin jangan pada saat ramai saja baru datang," pungkas Baja.
Editor: Aspian Nur