"Korban meninggal dunia saat dilarikan ke klinik Maju Sejahtera Kecamatan Muara Jawa, Kukar kemarin malam," kata Kapolsek Muara Jawa, AKP Hadriansyah Selasa (17/1/2023) pagi tadi kepada Korankaltim.com.
Berdasarkan keterangan para saksi mata yang dikumpulkan Polsek Muara Jawa, peristiwa berdarah tersebut berawal dari adanya pertengkaran Ferdiansyah dan Rizky saat berada di perairan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa siang kemarin sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu Rizky merasa tersinggung atas kata-kata yang dilontarkan almarhum dan membuat pelaku marah-marah.
"ABK yang berada disana pun melerai pertengkaran tersebut namun tidak mengetahui pasti kata-kata apa yang membuat pelaku tersinggung," ucapnya.
Usai pertengkaran tersebut, kapal klotok ini bergerak ke perairan luar Muara Pegah dan tiba di Perairan Perangatan Kecamatan Anggana sekitar pukul 17.30 WITA.
Saat itu Ferdiansyah sedang duduk di kursi kemudi, tiba tiba pelaku yang duduk dibelakangnya langsung mengambil sebilah parang. Rizky langsung membacokkan parang yang diambilnya ke arah tubuh Ferdi namun sempat ditangkis. Ferdiansyah pun berlari dari dalam ruang kemudi menuju ke bagian belakang kapal diikuti pelaku yang mengejar membawa parang.
Saat berada dibelakang, tubuh Rizky berbenturan dengan salah satu ABK lainnya Bernama Idris yang juga mendapat bacokan parang dari pelaku kemudian melanjutkan bacokan parang tersebut ke tubuh juragan kapal.
"Terjadi pergumulan antara korban dan pelaku dan menyebabkan keduanya jatuh ke laut. Beberapa ABK kapal klotok pun berusaha memberikan pertolongan kepada keduanya. Juragan kapal berhasil dinaikkan kembali ke kapal namun pelaku terlihat berenang menjauhi perahu klotok dengan memegang parang di tangannya," beber Hadriansyah.
Seluruh ABK kapal pun memutuskan untuk membawa Ferdiansyah yang mendapat luka bacokan parang ini segera dilarikan guna mendapatkan perawatan.
Kapal klotok tiba di Pos KAMLA Muara Pegah Kecamatan Muara Jawa pada pukul 18.38 WITA namun masih menunggu speed boat pos tersebut yang digunakan untuk patroli.
Selanjutnya pukul 19.00 WITA, Ferdiansyah dan Idris langsung di bawa dengan menggunakan speedboat patroli Polairud Polda Kaltim untuk mendapatkan pertolongan di Klinik Maju Sejahtera Kecamatan Muara Jawa.
"Tiba di Klinik Maju sejahtera sekira pukul 20.00 WITA juragan kapal ini tidak dapat tertolong dan dinyatakan sudah meninggal dunia," terangnya.
Ferdiansyah mendapat luka-luka yang serius pada bagian dalam lengan atas tangan kanan dan beberapa bagian tubuh lain. Sementara Idris mengalami luka pada bagian wajah dan dilakukan perawatan lebih lanjut atas luka yang diderita yang kemudian dirujuk ke RS AW Syahranie Samarinda
Berdasarkan hasil koordinasi, penanganan perkara ini langsung diambil alih oleh Direktorat Polairud Polda Kaltim. Jenazah Ferdiansyah dibawa keluarga ke rumah duka di Samarinda sementara keberadaan Rizky masih belum diketahui.
"Kasus ini ditangani langsung oleh Direktorat Polairud Polda Kaltim. Jajaran Polsek Muara Jawa hanya penanganan awal saja mulai dari korban, BAP hingga pemeriksaan saksi," tutup Hadriansyah.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur