"Kami tidak ingin setengah-setengah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi WBP," kata Kepala Lapas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto saat dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (11/12/2022).
Agus mengungkapkan dengan menghadirkan instruktur senam ini adalah bagian dari strategi agar menambah semangat WBP sekaligus dapat mempelajari gerakan-gerakan senam secara langsung dari pihak yang berkompeten di bidangnya.
"Ini bagian dari strategi kami tidak hanya sekadar ingin memberikan semangat tapi juga agar WBP bisa mempelajari gerakan senam itu sendiri dan bisa mempraktekkannya," ujar Agus.
Hal ini juga sejalan dengan program strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui program Back to Basic Pemasyarakatan dalam bidang perawatan kesehatan WBP. Dimana setiap WBP berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan 10 prinsip pemasyarakatan yakni perawatan kesehatan dasar.
Tentunya menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Lapas Kelas II A Tenggarong dengan tingkat hunian yang overcapasitas sampai dengan 366 persen tetapi harus memberikan layanan kesehatan dengan baik.
Dimana saat ini jumlah penghuni Lapas Kelas II A Tenggarong sebanyak 1284 orang dari kapasitas hunian sebanyak 350 orang.
Salah satu instruktur senam, Hesti menyampaikan menjadi instruktur senam bagi WBP adalah pengalaman baru baginya, dan dirinya mengaku sangat terpacu untuk memberikan yang terbaik.
"Saya sangat excited bisa dipercaya untuk mengisi senam bagi WBP, " ucap Hesti.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi