Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kalimantan Timur Melkianus Kotta dikonfirmasi Korankaltim.com, Jumat (7/10/2022) pagi tadi terkait hal ini memberikan penjelasan.
Disebutkannya, insiden tenggelamnya kapal bersama Taping Fung berawal pukul 15.00 WITA dimana Taping bersama temannya Pipit dan Alan melakukan perjalanan pengiriman pasir untuk dijual dengan menggunakan kapal motor kayu.
Kapal Berangkat dari rumah Taping Fung di Jalan Gerbang Dayaku RT. 016 Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu diantar ke Pelabuhan Gradet milik H Nata. "Namun nahas di tengah sungai kawasan perairan wilayah Loa Duri Ulu kapal itu bocor dan mati mesin. Saat kapal akan tenggelam dua orang temannya Pipin dan Alan menyelamatkan diri dengan loncat dari kapal tapi Taping masih berupaya mengurangi beban untuk menyelamatkan kapalnya padahal posisi kapal semakin tenggelam dengan cepat terkena derasnya arus sungai. Kemungkinan dia tidak dapat melepaskan diri terkurung dikabin saat kapal tenggelam," kata Melki, sapaan akrab Melkianus Kotta.
Saat ini Basarnas bersama tim SAR gabungan dengan dibantu oleh pihak terkait tengah melakukan pencarian tepatnya di titik kawasan sejauh tiga kilometer arah Ilir Sungai Mahakam menggunakan runner biar Basarnas.
"Unsur yang terlibat pada pencarian ini Kantor SAR Balikpapan, Polsek Loa Duri, Polair Kutai Kartanegara, Relawan Kota Samarinda dan Kukar Zona Loa Duri dan Bakungan, warga dan keluarga korban. Cuaca pada saat pencarian pagi ini berawan," tegas Melki.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur