"Pencarian kita lakukan sejak pagi hari bersama tim gabungan," kata Koordinator lapangan SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Surya Winata saat dikonfirmasi pada Senin (19/9/2022) sore.
Proses pencarian tersebut dikatakan Eko sempat terkendala cuaca hujan yang sempat mengguyur pada pagi hari, sehingga tim gabungan harus berteduh dan menghentikan sementara pencarian.
"Sempat hujan sekitar pukul 09.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA, setelah itu proses pencarian dilanjutkan lagi," ujarnya.
Proses pencarian korban mulai diperluas sesuai arahan Basarnas Kaltim dengan radius pencarian ditambah hingga menjadi 5 Kilometer ke arah hilir dari lokasi pencarian sebelumnya yang dilakukan hanya sekitar 3 Kilometer.
"Area pencarian diperluas menuju area luar, arah laut. Dilakukan dengan menggunakan armada yang lebih besar serta dibantu oleh armada perusahaan," bebernya.
Proses pencarian yang dilaksanakan hingga sore hari ini pun masih belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan sehingga pencarian pun akan kembali dilaksanakan pada esok hari.
"Insha Allah rencananya besok akan dibantu dengan menggunakan alat sonar deteksi logam untuk mendeteksi mesin perahu yang tenggelam. Takutnya saja korban tersangkut bersama mesin yang tenggelam," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelunya, Sultan diketahui ingin menjual ikan hasil tangkapannnya ke pengepul di Muara Ilo, Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar.
Namun diperjalanannya, perahu ketinting yang dikemudikan Sultan diduga terbalik, sehingga sampai sore hari, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Penulis : M Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin