Inovasi ini dibuat karena ada beberapa permasalahan yang dihadapi BPBD Kukar, khususnya bidang kedaruratan dan logistik dalam merespon kejadian bencana di Kukar.
"Khususnya pada fase darurat, ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, respon cepat terhadap situasi dan kondisi darurat. Kedua, pengerahan SDM dan peralatan untuk melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Ketiga, pemenuhan kebutuhan dasar," ungkap Abdal pada Kamis (8/9/2022).
Disampaikannya, ketiga hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik jika data dan informasi yang akurat dari sumber terpercaya di wilayah bencana lambat diterima.
Ditambah lagi belum adanya sistem pelaporan berbasis elektronik untuk mendukung dan mewujudkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga dibuatlah inovasi dengan aplikasi SADAR BENCANA berbasis web ini.
"Pertama, menyiapkan petugas (SDM) data dan informasi bencana di tingkat desa/kelurahan. Kedua, membuat aplikasi SADAR BENCANA berbasis web. Inovasi ini juga diapresiasi Bupati Kukar, Edi Damansyah serta meminta hal ini dapat dikembangkan," bebernya.
Selain mendapatkan apresiasi dari bupati, inovasi ini pun mendapat dukungan dari Sekretaris Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika,Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua DPC P Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Kukar, internal BPBD, Camat Kembang Janggut dan Sebulu, 11 kepala desa di Kembang Janggut, serta 14 kepala desa di Sebulu.
Adapun inovasi yang dibuat ini dalam rangka pelatihan kepemimpinan administrator 2022 yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah LAN RI Samarinda yang akan diikuti Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal untuk semakin meningkatkan pelayanan kedaruratan.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin