"Kami berterima kasih kepada Kemenag, memang selama ini kendala kami di sertifikasi halal, kami kemarin mendampingi melalui dana provinsi kurang lebih sekitar 15 pelaku UMKM. Memang agak perlu perhatian serius, kalau tidak ada program Sehati ini,” kata Tajudin mengawali sambutan.
Tajudin berharap tindak lanjut dari kegiatan ini mudah-mudahan bisa disosialsiasikan lagi dengan secara lengkap, terkait apa syarat yang menjadi ketentuan untuk mendapatkan program Sehati ini oleh pelaku UMKM.
“Saya berharap sosialisasi Sehati ini tidak hanya pada hari ini saja tapi akan ada lagi, karena pelaku UMKM kita banyak. Dan dengan adanya sertifikasi halal ini usaha kita akan diakui secara nasional, serta produk kita bisa dipasarkan di luar daerah,” harapnya.
Sementara Abdul Khaliq menjelaskan pelaksanaan sehati ini adalah salah satu program dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pemerintah pusat yang memberikan layanan gratis kepada pelaku UMKM.
“Sehingga kami berharap ini bisa disambut oleh para pelaku UMKM baik olahan makanan dan minuman dan ini jumlahnya luar biasa besarnya diberikan, karena sekitar 300 an lebih sertifikasi halal yang diberikan kepada masyarakat dan ini adalah mendorong kepada masyarakat muslim untuk mendapatkan kepastian makanan yang dikonsumsi,” jelas Khaliq.
Diharapkan program ini bisa diambil dengan baik oleh pelaku usaha, sehingga Kaltim tidak ketinggalan dengan daerah lain.
Hal senada disampaikan Kemenag Kukar H Nasrun yang menegaskan inti dari program Sehati ini sebenarnya memberikan penguatan kepada pelaku UMKM sehingga mereka bisa lebih kompetitif dengan baik.
“Dan saya rasa hal ini sangat positif, karena banyak sekali masyarakat yang kreatif dan memanfaatkan produk lokal. Nah ini tinggal kita beri penguatan berupa sertifikasi halal gratis ini sehingga diharapkan ketika mereka sudah memiliki sertifikat ini mereka bisa bersaing melalui media sosial. Harapan kita progrm ini disambut baik oleh para pelaku UMKM, sehingga mereka bisa mendapat ilmu dan dapat mengikuti trend positif di dunia usaha,” kata Nasrun.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur