"Jika ada temuan kasus, langsung kita tindaklanjuti apalagi ditambah kita juga sudah mendapat sertifikat eliminasi malaria pada Juli lalu dalam pencegahan penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk ini. Untuk itu, semaksimal mungkin kita melakukan upaya pencegahan serta penanganannya jika ada kasus yang terjadi," ungkap Koordinator Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kukar, Sri Suharti, pada Senin (22/8/2022).
Seperti baru-baru ini, saat mendapat laporan adanya 1 kasus malaria di salah satu desa di Kecamatan Muara Kaman, Dinkes Kukar langsung bergerak cepat memastikan tingkat penularan dan penyebaran penyakit tersebut.
"Kita lakukan pemeriksaan Mass Blood Survei (MBS) terhadap warga disekitarnya. Kita bersyukur dari hasil pemeriksaan tidak ditemukannya penularan setempat," tambahnya.
Meskipun tidak ada terjadi penularan, Dinkes tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dalam mencegah penyebaran penyakit, serta melakukan pengawasan terhadap pasien yang terkena gigitan nyamuk ini.
"Sepulangnya masyarakat yang beraktivitas atau bekerja di wilayah endemis, kita sarankan bisa memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Untuk pendeteksian dini dan mencegah terjadinya penyebaran penyakit ini. Selain itu, pada malam hari disarankan tidur menggunakan kelambu dan saat pergi keluar rumah bisa gunakan lotion anti nyamuk," imbaunya.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin