Ikut mendampingi Abdul Rasid yakni Wakil Ketua II DPRD Kukar Didik Agung Eko Wahono dan Wakil Ketua III DPRD Kukar Siswo Cahyono dihadiri anggota DPRD Kukar lainnya. Adapun dari Pemkab dihadiri Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, para Asisten Setkab beserta perwakilan OPD.
Dikonfirmasi korankaltim.com, Abdul Rasid menegaskan dalam pembahasan KUA PPAS 2023 ini selain membahas prioritas pembangunan infrastruktur juga membahas sejauh mana keberhasilan serap anggaran yang ada di masing-masing OPD Pemkab Kukar.
“SKPD (OPD) yang tidak bisa memaksimalkan anggaran yang sudah dianggarkan ya harus dikurangi di tahun yang akan datang,” kata Abdul Rasid, Senin (15/8/2022).
Lebih lanjut, politikus Golkar ini menerangkan APBD 2023 akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur fisik yang memang sudah direncanakan sebelumnya, diantaranya pembangunan rumah sakit di Kecamatan Muara Badak, revitalisasi pasar di Tenggarong, dan sejumlah perbaikan jalan kecamatan.
Ia menerangkan, dari hasil paripurna KUA PPAS, sementara diprediksi APBD 2023 sekitar Rp 4,3 triliun. Namun, hal tersebut akan bertambah, sebab beberapa elemen belum dimasukan seperti potensi kenaikan pendapatan yang diperoleh dari tingginya harga komoditi pertambangan dalam setahun belakangan ini.
“Dimana Kukar yang masih bergantung pada pemasukan komoditi pertambangan akan mendapatkan efek kenaikan pendapatan tentunya. Selain dari pendapatan pemerintah, peran serta pihak ketiga untuk pembangunan infrastruktur akan terus selalu didorong. Jadi kepada perusahaan diharapkan meningkatkan partisipasinya melalui penyaluran Corporate social responsibility (CSR),” tegas Rasid.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin