Kemudian setelah aksinya diketahui, petugas langsung melakukan pengejaran dengan melakukan kordinasi bersama operasi tim gabungan terdiri Satreskrim Polres Kukar, Polresta Samarinda, serta Polsek terdekat Loa Janan dan Tenggarong Seberang.
“Kemudian kita perlebar ke Opnal Polres Bontang kita kordinasi. Jadi selama pengejaran memakan waktu enam hari itu kita secara bersama-sama di Samarinda dengan Opnal Polres Kukar dan Polresta Samarinda kita mencari di daerah-daerah yang menurut informasi ada yang pernah melihat contohnya di daerah Sambutan, daerah Sungai Lais, daerah Sungai Kapih, kemudian Palaran, Bukuan, lalu di Bontang juga dilakukan, dari Lok Tuan disana ada anggota kita tiga orang dari Polsek Tenggarong sini bekerja sama dengan Bontang,” katanya kepada awak media, Senin (8/8/2022).
Tersangka diketahui lari dari Tenggarong awalnya sempat menumpang seseorang diantar ke Kecamatan Loa Kulu kemudian ke Kecamatan Loa Janan, baru berangkat ke Bontang. Setelah sampai Bontang, karena tidak punya biaya, maka minta diantar pulang. “Katanya mau dibayar ternyata tidak dibayar. Akhirnya kembali ke Samarinda lagi, di Samarinda inilah kita cari-cari antara Samarinda dan Tenggarong,” ujar Yasir.
Tepat pada hari ke tujuh, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang ciri-cirinya sesuai dengan tersangka. Dari keterangan masyarakat tersebut diungkapkan bahwa tersangka tinggal dekat pondok rumah di jalur poros Samarinda-Tenggarong Seberang.
“Tepatnya di Kelurahan Pinang RT 17 yang dekat vila-vila itu, kemudian disitu dilakukan penangkapan yang ternyata benar. Saat penangkapan tidak ada perlawanan, karena sakit kakinya kena beling saat kita lakukan pengejaran di kuburan (gang kubur kawasan Tenggarong),” ungkapnya.
Ketika ditanya kenapa tersangka bisa kabur dari tahanan, menurutnya karena kebetulan petugas sedang istirahat, kunci gembok sel tahanan itu dilepas anggota yang bersangkutan.
“Lalu keterangan kemaren kita praktekkan, kunci itu kalau tidak dimasukkan full bisa terbuka lagi, karena tergesa-gesa nguncinya belum masuk semua dicabut kuncinya,” jelasnya.
Adapun latar belakang yang mendasari WH kabur dari tahanan karena rindu kepada anaknya yang ada di Bontang.
“Dia kabur karena kangen sama anaknya, anaknya di Bontang. Dia (tersangka) lahir di Bontang tapi orang Loa Janan. Teman-temannya disana, kerjaannya diakan cuci mobil. Kasusnya penggelapan motor, dia hanya membawa lari motor orang pada bulan Juli. Belum sempat dijual sudah kita tangkap,” ungkap Yasir.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin