"Inisiatornya dari MIN, tapi agar lebih semarak dan meriah tentunya kami siap mendukung, jadi kami minta dan arahkan seluruh RT untuk bisa turut serta. Alhamdulillah semua RT yang berjumlah 21 RT siap turut serta pada pawai 1 Muharam yang dilaksanakan besok pagi," kata Rahimudin kepada korankaltim.com, Jumat (29/7/2022).
Rahimudin mengungkapkan, tradisi pawai membawa gunungan ketan dan telur ini memang rutin dilakukan masyarakat Loa Tebu dari turun temurun sejak dulu. Hanya dua tahun terakhir tradisi ini terpaksa tidak dilaksanakan lantaran Covid-19.
"Alhamdulillah tahun ini bisa kembali kita laksanakan. Untuk teknisnya rombongan pawai berjalan kaki dan membawa tambakan pulut dari hilir, tepatnya di depan perusahaan Sahbana, kemudian jalan ke arah ulu, awalnya mau finish langsung di Kelurahan, tapi banyak usulan nanti warga RT 10 yang ujung gak bisa lihat, makanya saya putuskan untuk rombongan pawai yang berjalan kaki langsung belok ke kelurahan yang pakai mobil langsung lurus berputar ke Mentong (ujung, Red)," jelasnya.
Ketika ditanya apakah malamnya akan juga dilakukan pawai obor seperti tradisi sebelumnya, Rahimudin menegaskan pawai obor dilaksanakan pada malam 17 Agustus mendatang untuk menyambut HUT ke-77 RI.
"Pawai obor kita laksanakan di tanggal 16 Agustus, jadi malam 17-an, untuk menyemarakkan suasana perayaan dirgahayu kemerdekaan RI ke-76 tahun ini," demikian Rahimudin.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah