Bupati Kukar, Edi Damansyah yang membuka langsung Job Fair ini mengatakan bursa kerja ini tidak hanya membuka peluang kerja bagi saudara-saudara kita yang mencari kerja, tetapi juga memperbaiki tata hubungan pola koordinasi sehingga informasi data, baik itu di perusahaan maupun data pengangguran yang ada di Distransnaker Kukar itu bisa diketahui oleh teman-teman di manajemen perusahaan, apalagi yang berada di sekitar areanya.
“Karena persoalan tenaga kerja lokal itu kita tidak ingin kondisi tenaga kerja ini mengganggu Kamtibmas apalagi mengganggu kondusifitas iklim investasi di Kukar, yang kita harapkan komitmen bersama terutama kami di pemerintahan Kabupaten memfasilitasi dalam Kukar Idaman program Kukar Siap Kerja. Itu sudah melakukan perbaikan penganggaran pembiayaan yang berkaitan dengan fasilitasi pendidikan dan pelatihannya, jadi pendidikan pelatihan ini saat ini kita berbasis pasar, makanya hubungan antara Distransnaker dan para perusahaan itu harus terjalin dengan baik,” kata Edi.
Edi mengungkapkan pihaknya menerima langsung laporan bahwa ada informasi dari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan sekian jumlahnya dan klasifikasi kebutuhan jabatan dan untuk ditempatkan di berbagai bidang.
“Ini kita buka dulu, kalau tidak ada ya kita didik kita latih, makanya sudah saya sampaikan kepada teman-teman perusahaan di dalam Job Fair ini meminimalisir persyaratan itu, kalau persyaratan cukup ketat misal pengalaman kerja minimal 3 tahun ya pastilah orang Kutai Kartanegara (tereliminasi, red) kan memang belum kerja kan, makanya kita berikan pelatihan solusinya seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Distransnaker Kukar, Akhmad Hardi Dwi Putra mengucapkan syukur alhamdulillah kegiatan Job Fair bursa kerja Tahun 2022 bisa berlangsung sukses dan lancar. Partisipasi perusahaan ada sebanyak 17 perusahaan dan membutuhkan sebanyak 462 lowongan kerja.
“Dari kegiatan Job Fair yang kita laksanakan kemarin, sebanyak 373 pencari kerja (pencaker) yang terakomodir untuk ikut tes wawancara pada Job Fair, sisanya tentu masih ada namun karena keterbatasan waktu (cuma dua hari, red) makanya para pencaker yang tidak sempat akan langsung ke kantor perusahaan, dan mereka akan dihuhungi langsung oleh perusahaan, kami pun akan memantau itu,” jelasnya.
Dijelaskan Hardi, Job Fair ini merupakan implementasi dari Program Kukar Siap Kerja. Selain tentunya melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan kerja yang telah dilaksanakan, diharapkan dengan Job Fair ini dapat menekan angka pengangguran di Kukar.
“Memang Job Fair ini diutamakan untuk warga kita khususnya yang ber KTP Kutai Kartanegara jadi kita prioritaskan untuk itu yang dapat diterima bekerja di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.
Dirinya berharap kegiatan Job Fair semacam ini bisa kembali terselenggara di setiap tahunnya. Meskipun pada kenyataannya sebenarnya pihak Distransnaker rutin melakukan Job Fair skala kecil di setiap waktu dan kesempatan sebagai kerja nyata menekan angka pengangguran yang ada di Kukar.
“InsyaAllah seperti arahan Pak Bupati itu akan ada dianggarkan lagi untuk di 2023 dan kalau bisa setiap tahun bisa dianggarkan. Walaupun sebenarnya Job Fair mini sudah kita laksanakan, contoh seperti kemarin di pameran Sangasanga kemudian di ekspos tenaga kerja daerah yang kita laksanakan di Grand Elty Singgasana. Itu juga ada sudah kita lakukan dari dalam setiap event kami melaksanakan even seperti ini, cuma memang yang terbesar yang kita lakukan dua hari kemarin ini,” pungkasnya. (*/hei)