"Hari ini kita pemeriksaan hewan kurban ke pedagang-pedagang, juga berkunjung ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sembari melihat persiapan untuk pemotongan hewan kurban milik Pemkab yang rencananya sebanyak 36 ekor," kata Sutikno kepada awak media, Selasa (5/7/2022).
Sutikno menyebutkan data ketersediaan hewan kurban tahun 2022 mengalami peningkatan 33 persen dari tahun sebelumnya 2021. Sapi tahun 2021 sebanyak 2400 ekor, tahun 2022 menjadi 3600 ekor. Kambing tahun 2021 sebanyak 614 ekor, tahun 2022 menjadi 922 ekor. Kerbau tahun 2021 sebanyak 51 ekor, tahun 2022 menjadi 77 ekor.
Jumlah pedagang hewan kurban di Kukar ada 34 pedagang terdiri dari tujuh pedagang dadakan asal luar daerah dan 27 pedagang asli dari peternak Kukar.
"Tahun ini merupakan berkah dari pedagang peternak Kukar karena ada kenaikan harga sebesar 15 persen sampai 20 persen. Harga 15 juta naik 17,2 juta. Harga 20 juta naik 24 juta. Ini akibat dari adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang lagi marak di Indonesia, yang memberlakukan hewan ternak yang datang dari luar, dikarantina yang sebelumnya empat hari, kini menjadi 14 hari, otomatis biaya operasional menjadi tinggi baik pakan dan lainnya," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan di 18 kecamatan se-Kukar yang telah dilakukan oleh Distanak, pihaknya memastikan kepada masyarakat Kukar untuk tidak perlu khawatir dan ragu untuk melaksanakan niatnya berkurban tahun ini.
"Karena hewan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dinas pertanian dan peternakan, karena setiap hewan kurban yang sehat akan diberi peneng (stiker label sehat, red) di tali lehernya dan insyaAllah ketersediaan hewan kurban tahun ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kukar untuk berkurban dan aman dari PMK," demikian Sutikno.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah