Adapun peresmian yang kedua ialah musa As Salam Wicaksana Laghawa yang tetap berkonsep mengedepankan kearifan lokal dan juga untuk menambah peningkatan kegiatan keagamaan yaitu meningkatkan volume seluruh internal Polres Kukar maupun masyarakat sekitar Polres yang akan melaksanakan ibadah salat wajib.
“Supaya bisa menampung masyarakat di sekitaran polres, kemudian juga Wicaksana Laghawa itu adalah bahasa sansekerta yang berarti bijaksana cerdas dan cekatan. Itu kebetulan juga nama angkatan kami di Akpol. Tentunya selain lebih lebar dan besar untuk mendekatkan diri dan lebih bertaqwa kepada Yang Maha Kuasa dalam hal ini adalah saudara kita yang beragama muslim,” jelas Kapolres.
Bupati Kukar Edi Damansyah yang hadir saat perismian itu ngaku sangat terinspirasi dengan apa yang dilakukan Polres Kukar di bawah kepemimpinan AKBP Arwin Amrih Wientama ini. Edi mengatakan gapura dan pagar Mapolres serta renovasi musala ini memberikan inspirasi kepada kita semua perpaduan antara kearifan lokal dengan nasional.
“Luar biasa dari yang sudah dilakukan oleh Pak Arwin ini saya terinspirasi, konsep musala juga kami pikirkan nanti bisa rencana rehab di kawasan kantor pemerintah kabupaten,” ucapnya.
Edi menegaskan banyak hal yang diberikan Kapolres Kukar dalam hal desain dan konsep yang telah diwujudkan pada gapura, pagar serta musala. “Sehingga hal-hal seperti ini jadi salah satu referensi kita dalam rangka perpaduan nasional dan kearifan lokal yang ada di Kutai Kartanegara,” tukas Edi.
Penulis:Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah