Setelah resmi di-launching pertengahan pekan lalu, tentu Kukar saat ini membutuhkan rekrutmen tenaga guru untuk mengajar muatan lokal bahasa daerah bahasa kutai.
"Itu guru yang ada dulu, karena kita tidak akan rekrut guru baru karena itu kan kaitannya menyangkut anggaran dan untuk sementara ini paling banyak yang akan kita persiapkan ini nanti tentu guru bahasa Indonesia yang sudah memahami metodologi pembelajaran pengajaran bahasa," kata Awang Rifani kepada korankaltim.com, Rabu (29/6/2022).
Awang Rifani yang juga penggagas ide usulan bahasa Kutai masuk di kurikulum satuan pendidikan ini menyebutkan, untuk angkatan yang pertama persiapan tenaga guru bahasa Kutai ini dilakukan oleh Kantor Bahasa Kaltim dan berjumlah total guru yang dipersiapkan sebanyak 75 orang.
"Dalam rakor ini guru bahasa Kutai itu diminta 75 orang yang nantinya akan ditempatkan di Kukar 65 di Kubar 10, sementara ini Kukar dengan Kubar dulu. Jadi memang guru dari daerah, semisal 10 guru itu ya dari Kubar juga. Ini kami yang diamanatkan mengikuti rakor, karena nanti kami yang akan menyampaikan materi kepada guru-guru yang akan dipersiapkan itu," ungkap Awang yang juga akademisi Unikarta ini.
Awang menjelaskan kesempatan menjadi guru bahasa Kutai tidak serta hanya berpeluang bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia saja. "Tidak menutup kemungkinan, artinya ini tidak hanya peluang bagi guru bahasa Indonesia saja, bisa saja dari guru mata pelajaran lain asalkan dia pertama memahami metodologi untuk pengajaran bahasa, kedua dia penutur aktif bahasa Kutai," ujarnya.
Terkait apakah harus orang Kutai ataupun orang luar Kutai, bagi Awang hal tersebut tidak masalah, yang diutamakan dalam kesehariannya, guru yang dipersiapkan untuk mengajar bahasa Kutai tersebut adalah seseorang penutur bahasa Kutai aktif di setiap aktivitas hariannya.
"Tidak mempersoalkan apakah asli Kutai atau pendatang, hanya saja bagi guru yang bersangkutan dalam kesehariannya adalah penutur aktif berbahasa Kutai," demikian Awang.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah