"Kita menjalankan kerja sama untuk membangun Kutai Kartanegara berbasis digital. Pengembangan teknologi berbasis teknologi informasi ini guna mendukung kegiatan dan ekonomi digital," kata Luthfi kepada korankaltim.com, Kamis (9/6/2022).
Lulusan S3 Swiss ini menjelaskan, infrastruktur yang dimaksud ialah terdiri atas penyediaan prasarana yang berwujud fisik (hardware) dan nonfisik (software). Dan hal ini menjadi yang pertama di Kalimantan.
"Jadi ini pertama di Kalimantan berbasis digital dengan kerja sama perusahaan dari luar negeri. Kita akan me-launching pada bulan Juli nanti. Sementara pengembangannya dimulai dari pembangunan jaringan internet dengan peningkatan teknologi internet dengan teknologi WiFi 6 untuk memberikan pelayanan internet yang stabil di wilayah Kukar termasuk wilayah pedesaan," jelasnya.
Untuk wilayah Kukar sendiri, Perseroda TP akan mulai di Kota Tenggarong dulu, jadi PT TP sudah punya WiFi 6 dan saat ini sedang mempersiapkan perangkatnya. Pengembangan infrastruktur digital ini diharapkan memberikan peluang bagi Kukar untuk mengembangkan penerapan ekosistem teknologi berbasis IoT.
"Baik itu di bidang pemerintahan, industri, pertanian, kesehatan, perumahan, serta lingkungan, bukan 5G lagi tapi kita sudah mengarah dan persiapan untuk 6G," demikian Luthfi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah