"Iya benar menjadi narasumber di Talkshow kemarin bersama owner Batik Melayu Kutai mas Imam dan Istri Wabup, di Bigmall Samarinda. Ini momentum yang tepat untuk kita semua kembali menggiatkan karya fashion kita ke kancah nasional bahkan internasional seperti yang dulu pernah kita lakukan," kata Ria kepada korankaltim.com, Rabu (8/6/2022).
Iyak sapaan akrabnya menyebutkan, kebanggaan terhadap produk khas kearifan lokal asli Kutai tentu harus digaungkan oleh semua pihak tak terkecuali generasi milenial kita saat ini.
"Kita mempunyai tenun khas ulap Doyo yang sudah mulai dikenal oleh masyarakat internasional dan sulam tampar serta hasil kreasi fashion lainnya. Khusus ulap Doyo selain penggiat, saya juga pernah beberapa kali melakukan promosi ketika itu 2012 saya hadir di acara American Music Award, wuah ternyata antusias warga di sana dengan busana dari ulap Doyo diterima dengan baik. Harapannya ke depan kita semua juga turut bangga dan terus mempromosikan fashion asli kearifan lokal wilayah kita sendiri ini," sebutnya.
Hal senada juga ditambahkan owner Batik Melayu Kutai (BMK) Imam Pranawa yang menegaskan untuk menjadi seorang desainer ataupun penggiat fashion dibutuhkan ketekunan dan keyakinan serta kebanggaan terhadap hasil kreativitas kita sendiri.
"Bagi yang memiliki hobi fashion atau menggambar desain dan sebagainya silahkan disalurkan dan jangan malu, saya yang basic nya di tenaga kesehatan alhamdulillah sudah bertahun-tahun mampu turut andil dalam dunia fashion tidak hanya di Kaltim, alhamdulillah juga di kancah nasional," tegas Imam yang sudah 12 tahun menjadi desainer sekaligus owner BMK yang menyajikan corak-corak batik khas kearifan lokal asli Kutai ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah