Namun taman Replika yang menampilkan miniatur bangunan ikonik seperti Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Candi Tikus Kerajaan Majapahit, Candi Mahligai Kerajaan Sriwijaya, Menara Eiffel, Menara Pisa, Istana Kerajaan Tanjung Palas dan Istana Gunung Tabur ini kini terbengkalai dan tak terawat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Slamet Hadirahardjo mengatakan terkait perihal ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran status Taman Replika belum diserahkan dari Dinas PU kepada Dispar.

"Taman miniatur itu masih di bawah kewenangan PU dan belum diserahkan ke kami. Pembangunannya itu kalau tidak salah mulai dikerjakan 2015 dalam kegiatan pengembangan kawasan waduk Panji Sukarame, masih jamannya Bu Sri (kepala Dispar, Red)," kata Slamet kepada korankaltim.com, Selasa (7/6/2022).
Dirinya mengakui memang kondisi saat ini tak terurus dengan tingginya rumput-rumput liar yang ada di kawasan taman Replika ini. Selain itu juga, Dispar menilai bahwa memang luasan lahan kurang proporsional dengan bangunan-bangunan miniatur yang sudah dibuat. "Ya ada mekanisme yang pasti kan pekerjaan itu serahkan dulu ke pengelola dalam hal ini Pak Sekda di sekretariat aset, dan BPKAD, kemudian untuk fungsionalnya serahkan ke instansi teknis pengelolaannya, misalnya ke pariwisata," jelas Slamet.
Ketika ditanya apakah Dispar siap mengelola ketika kewenangannya sudah diserahkan secara legal, Slamet menegaskan pihaknya belum bisa memastikan karena harus melihat beberapa pertimbangan terlebih dahulu.
"Lihat situasinya, kalau memang diminta untuk mengelola ya prinsipnya siap, tetapi ya jangan sampai kondisi yang kurang atau hal lainnya tidak nyaman dilihat sudah diserahkan, nanti khawatirnya malah kita lagi yang kena, dianggap tidak becus mengurus," tegas Slamet.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah