Hal ini disampaikan Kepala Dinsos Kukar Hamly, yang menyebutkan kalau sejak Jumat (20/5/2022) lalu tim dari Dinsos sudah ke lokasi dan terus berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) terkait pengumpulan data korban.
Dinsos Kukar selektif terkait siapa yang dapat menerima bantuan ini karena harus diakui hampir semua warga terdampak namun ada standar yang harus terpenuhi sebagai bentuk kelaikan bagi calon penerimanya.
"Misalnya ada yang mengungsi, kalau standar Kemensos kan harus mengungsi," kata Hamly kepada Korankaltim.com hari ini.
Tidak hanya yang diungsikan ke Posko, beberapa warga yang mengungsi ke tempat kerabat atau tetangganya yang dirasa lebih aman juga ikut didata.
Sama halnya dengan warga yang tetap berada dikediaman mereka namun menggunakan panggung di dalam rumah yang disebut para oleh warga sekitar, juga ikut didata. "Itu dihitung betul-betul baru kita salurkan bantuannya," sebut Hamly.
Bantuan yang disalurkan ke kecamatan akan didistribusikan ke penerimanya, begitu pula halnya kalau ada dapur umum di pengungsian yang juga difasilitasi oleh pemerintah kecamatan.
"Kami siap mensupport sembakonya," tegasnya.
Rencana bantuan logistik ini akan diberangkatkan lewat jalur sungai mengingat akses menuju Tabang masih terputus sehingga tidak bisa dikirimkan lewat jalur darat. "Kalau ke Kembang Janggut masih bisa lewat darat," ujar Hamly lagi.
Hamly berharap data mereka yang terdampak banjir segera terkumpul agar bantuan dapat secepatnya diberikan. "Janjinya di lapangan data terkumpul hari ini juga," tutup Hamly.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur