Diketahui pemeliharaan gedung kantor dan pasar menjadi satu yang jadi kendala mengapa kerusakan yang terdapat di pasar ini tidam teratasi secara cepat.
Malik menyebut, kegiatan khusus pemeliharaan pasar ini sangat diinginkannya untuk ditarik ke Bidang Pasar. Namun itu tidak bisa dilakukan sehingga masih menjadi satu kegiatan dengan pemeliharaan gedung kantor.
"Kemarin tetap harus ada di sekretariat. Mungkin karena kode rekeningnya itu jadi satu, pemeliharaan gedung kantor dan pasar, jadi kita tidak bisa, tetap harus ada di secretariat,” papar Malik.
Belum diketahui kapan kegiatan pemeliharaan itu akan dilakukan, sampai saat ini diungkapkan Malik belum ada penunjukan pekerjaan.
Menurutnya jika ada satu dua lampu yang mati di pasar memanglah hal wajar, namun tetap harus segera ditanggapi.
Ini bermula dari kekecewaan Bupati Kukar Edi Damansyah yang menerima aduan dari pedagang terkait lampu-lampu di sana yang mati. Hal ini sedikit membuatnya heran, mengingat para pedagang berjualan di sana saat siang hari, sementara pasar ditutup saat malam.
"Artinya (lampu) untuk petugas kebersihan membersihkan saat malam sebenarnya, ditegur lah sama pedagang ada beberapa yang mati. Walaupun itu dimatikan di siang hari, tetap terang kok," papar Malik.
Hak ini dikonfirmasikan langsung olehnya ke Kepala Disperindag Kukar Arfan Boma, bupati menginginkan agar lampu-lampu yang dalam keadaan mati untuk dinyalakan. Sebenarnya Itu juga membuat konsumsi listrik membengkak, mengingat lampu yang digunakan saat ini adalah jenis Ballast yang dikenal mengkonsumsi listrik cukup signifikan. Maka lampu LED merupakan penerangan alternatif yang dapat menghemat pemakaian listrik di pasar nantinya
Selain itu semestinya juga menjadi tanggung jawab UPT Pasar Gerbang Raja. Komplain bupati terkait pasar ini juga soal tidak tertibnya pedagang yang menghamparkan lapaknya di luar tempat yang sudah disediakan. Ini disinyalir sebagian pedagang sebagai sebab dari berkurangnya pendapatan mereka.
Malik mengaku seringkali menegur para pedagang ini, bahkan sampai berujung. Ketika dia pulang dari kunjungannya, para pedagang itu kembali menjajakan dagangannya di luar tempat yang disediakan.
"Tapi semua itu pasti tertuju ke saya, enggak apa-apa. Yang penting sudah upaya semaksimal mungkin, permasalahannya ya itulah kendalanya tadi," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur