Kepada korankaltim.com, Rahman yang akrab disapa Jez ini mengatakan dirinya memang memasang target tinggi saat mengikuti ajang ini. tujuannya, ingin menunjukkan kalau orang Kalimantan khususnya Tenggarong juga mampu berkreasi dan tidak kalah dengan daerah lain yang lebih dulu terkenal dengan dunia fashion dan kreasi seninya seperti Bali dan Yogyakarta serta daerah lainnya di Indonesia.
"Alhamdulillah saya juara satu, barber dari Yogjakarta juara dua. Di babak ketiga besar perwakilan Tenggarong ada dua, saya dan kawan saya Dadang Barbershop Mantri Cukur, dia juara tiga Barbershop Mantri Cukur di Gunung Belah, kalau saya di Sukarame samping Apotek Kimia Farma, Barbershop Jez," kata Jez kepada korankaltim.com, Rabu (20/4/2022) pagi tadi.
Teknis pelaksanaan lomba dinilai langsung oleh juri nasional yakni Mcheel Adrians, Sri Astuti, Afies Ramiero dan Tatang Wibowo.
Para peserta diwajibkan mengirimkan video proses awal mencukur rambut, menunjukkan teknik kreasi dan tema yang diaplikasikan pada model rambut dari model pria.
"Ada 507 peserta se-Indonesia, teknis videonya, disuruh bikin proses sampai hasil akhir itu juga karyanya tidak umum, dia karyanya diukir, pewarnaan sampai dibebasin bikin tema kostum jadi dibikin sebebas mungkin oleh panitia Barber Battle," ungkap bapak satu anak ini.
Tekad yang menginspirasi dirinya jadi juara adalah pesan khusus dari guru yang juga pelatihnya yakni Verry Bounce yang merupakan Barber asal Pontianak yang pernah menyabet juara Asia.
"Semoga prestasi ini menginspirasi anak muda lainnya di Kalimantan, saya memang perjuangan dan saya target serta ini lecutan semangat dari guru saya, pelatih saya orang Kalimantan juga daerah Pontianak Bang Verry Bounce, beliau bilang ayo Jez orang Kalimantan harus bisa, dia yang memotivasi, dia yang mensupport saya, tidak peduli dari Kalimantan mana, yang penting orang Kalimantan harus bisa menunjukkan orang Kalimantan juga kreatif dan inovatif. Saya termotivasi, ingin membuktikan orang Tenggarong juga bisa bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia," pungkas Jez.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur