"Ini sejarah karena kali pertama Kepala BPKP Perwakilan Kaltim langsung hadir. Selama ini kami sudah berkoordinasi dan bersinergi untuk pendampingan agar apa yang dilakukan untuk pemenuhan pelayanan kebutuhan air bersih kepada pelanggan berlangsung optimal,” ujar Suparno.
“Perkembangan teknologi dan perubahan jaman menuntut kami untuk lebih bekerja keras dan lebih cerdas lagi, karena kalau tidak mengikuti dan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada bisa ketinggalan. Inilah pentingnya digelar kegiatan hari ini," paparnya.
Suparno yang memimpin langsung workshop ini didampingi Dewan Pengawas Dr Sabran, Yudi A dengan dihadiri seluruh Kepala Cabang dan Ranting Perumda Tirta Mahakam, beserta pejabat staf pejabat struktural kepala bagian dan sub bagian Perumda Tirta Mahakam.
Supriyadi bersama tim pemateri lainnya yaitu Prakasa Tambunan jadi nara sumber pada workshop ini.
Supriyadi menjelaskan, Perumda Tirta Mahakam harus mampu mengaplikasikan good governance yaitu sistem struktur, proses serta rangkaian aturan praktik penyelenggaraan bisnis secara sehat guna mewujudkan nilai tambah tanpa mengabaikan hak dan kewajiban semua pihak.
"Implementasi dari good governance ini yaitu memberikan pelayanan prima, pelayanan yang waktunya tidak melebihi sesuai SOP, misalnya 30 menit tapi sudah rampung 15 menit, memberikan layanan maksimal agar pelanggan merasa puas," papar Supriyadi.
Pengimplementasian risk management sangat penting, yaitu semua aktivitas terkoordinasi yang dilakukan untuk mengarahkan dan mengelola organisasi dalam rangka menangani resiko.
Diharapkan nantinya Perumda Tirta Mahakam bisa melakukan internal control yaitu proses pengendalian secara terus menerus yang dilaksanakan oleh dewan pengawas/ komisaris, direksi, manajer dan karyawan. "Tentu kita akan bisa melakukan pengendalian jika kita sudah tahu resikonya," tutup Supriyadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur