"Tidak ada lagi Sirkuit Mandarita, habis dah," kata Edy dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (14/4/2022).
Edy menyebut proses perbaikannya dengan melanjutkan hasil gotong sebelumnya. Timbunan tanah sebelumnya ditindak lanjuti dengan agregat dan dipadatkan menggunakan alat berat.
Edy menyebut, proses penimbunan dan pemadatan ini dibantu oleh perusahaan setempat berupa alat berat Bomak dan Grader. Dia tidak mengetahui pasti panjang jalan yang sudah diperbaiki ini, diperkirakannya jalan yang sudah dipadatkan kurang lebih sepanjang satu kilometer.
"Antisipasi juga menjelang hari raya ini, meminta untuk segera diperbaiki dan Alhamdulilah baik sudah," sebutnya.
Memang, kata dia, ketika ditimbun tanah kemudian diterpa hujan tentu akan menyebabkan jalannya menjadi benyek ketika dilewati kendaran. Hanya saja masalah ini menurutnya tidak akan selesai jika jalan tersebut tidak diturap.
"Soalnya daerah situ itu rawa, karena kalau tidak kita turap kiri kanannya pasti turun terus," demikian Edy.
Jalan ini sebelumnya dijuluki oleh warga sebagai Sirkuit Mandarita karena kondisinya rusak parah. Semenisasi jalan itu hancur akibat dilintas kendaraan berat. Banyak pihak yang menyebut tambang ilegal di kawasan itu menyumbang kerusakan yang signifikan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah