Sebelumnya, sekitar pukul 14.30 WITA, Wahyudi yang sedang tidur siang tiba-tiba mendengar suara teriakan dari luar rumahnya. Begitu dia keluar untuk mengecek, ternyata api sudah nampak membesar di rumah kontrakan asal api tadi. Sontak dia berusaha memadamkannya menggunakan selang air keran. Namun cuaca yang terik ditambah sedikit berangin membuat api semakin cepat melalap bangunan itu.
"Cepat (menjalar, Red) apinya langsung besar. Kita menyiram itu yang seadanya aja, mau menyambung selang lagi dari sini enggak sempat lagi," kata Wahyudi.
Wahyudi kemudian menyadari upayanya itu sia-sia melihat api yang terus membesar. Kemudian dia mengalihkan arah siramannya ke arah rumah yang lain, berharap upaya itu dapat memperlambat api merembet ke bangunan lain di sebelahnya.
Kurang lebih sebanyak empat mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi, ditambah sejumlah relawan yang turut membantu menggunakan pompa portabel. Akhirnya api berhasil dijinakkan pukul 15.00 WITA, dan dilakukan pendinginan di sekitar lokasi kebakaran.
Sebelum kejadian itu, warga sekitar sempat mendengar cekcok antara laki-laki dan perempuan dari pintu nomor dua kontrakan tersebut. Wahyudi mengaku memang sering terjadi keributan yang disebabkan pasangan ini, hanya saja dia tidak terlalu memperhatikan.
INAFIS Satreskrim Polres Kukar juga sudah berada di lokasi untuk memeriksa TKP. Kapolsek Tenggarong AKP Yasir menyebut, pihaknya perlu melakukan pendalaman terkait hal ini. Termasuk cekcok yang terjadi sebelum kebakaran tersebut. Menurut informasi yang didapatkannya, pasangan tersebut adalah warga yang baru saja pindah ke kontrakan tersebut dan belakangan ini memang sering membuat keributan.
"Kemudian kita belum tahu pasti, Cuman awalnya api dari situ," jelasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah