Haji Jeong sapaan akrabnya mengaku sangat berang dengan kejadian ini, dan berharap pihak perusahaan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang disebabkan.
"Mestinya nakhoda cerdas memperkirakan ketinggian ketika mengolong di bawah jembatan," ujarnya.
Dia mengaku khawatir dengan kekokohan jembatan mengingat insiden ini sudah beberapa kali terjadi.
"Jembatan ini jadi tidak aman karena sudah sering ditabrak tongkang baru bara," tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak KSOP selaku lembaga yang berwenang terkait keamanan dan kelancaran arus lalu lintas pelayaran.
Dari informasi yang didapatkan tongkang yang berisi besi-besi konveyer itu merupakan barang kiriman dari Jakarta untuk kemudian di bawa ke Muara Pahu.
"Dari kawan-kawan di lapangan infonya akan dilakukan pemotongan besi konveyer yang sangkut itu atau kemungkinan cara kedua tongkang akan diisi muatan air biar turun, kondisi saat juga air sudah mulai surut, mudahan segera bisa teratasi," ungkapnya.
"Untuk pantauan arus lalu lintas yang ada di atas jembatan sejauh ini masih lancar-lancar saja," demikian Junaidi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah