Kabid Pengendalian dan Operasi Dishub Kukar, Darwis mengungkapkan, modifikasi bak sehingga menyebabkan melebihi dimensi dan muatan sangat berpotensi menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya. Selain itu juga dia mengingatkan soal pentingnya uji Kir terhadap kendaraan.
"Kir ini juga merupakan salah satu teknis, membaca seperti apa dia punya kelayakan untuk menjalankan sebuah kendaraan itu. Itu mungkin yang intinya," kata Darwis.
Kabid Perhubungan Darat Suminto mengungkapkan, kegiatan pengawasan dan pengendalian seperti ini tidak dilaksanakan selama pandemi Covid-19 sedang mengalami peningkatan kasus.
Imbasnya, ada kurang lebih sebanyak 20 ribu kendaraan yang wajib uji. Di tahun 2021 saja, ada delapan ribu kendaraan yang wajib uji.
"Yang dikatakan ODOL ini tidak hanya kendaraan besar, pikap juga apabila melebihi muatan yang diperuntukan juga overload dan potensi juga kecelakaan. Karena begitu beban berat, dia tidak bisa naik gunung," kata Suminto.
Menurutnya, masuknya truk angkutan barang dari pelabuhan menjadi hulu masalahnya. Harusnya pengendalian ini dapat menjadi lebih mudah jika pengawasannya dilakukan ketika kendaraan odol yang kebanyakan berasal dari Sulawesi, kota Surabaya, dan daerah lain ini masuk lewat pelabuhan.
Contohnya seperti truk angkutan yang sering mengantar barang di Jl Maduningrat, Pasar Tangga Arung. Nampak beban yang dibawa truk-truk tersebut begitu berat, padahal ini bisa diatasi sejak masuk ke pelabuhan. Hal ini bermuara pada jalan kabupaten atau tipe kelas tiga dengan tonase delapan ton bisa lebih cepat rusak.
"Sementara dengan adanya globalisasi transportasi angkutan barang yang dari luar Kaltim, khususnya dari Sulawesi, Surabaya itu melalui pelabuhan. Ternyata di pelabuhan, kendaraan yang ditengarai overload ini juga terus jalan hingga ke jalan-jalan kabupaten," ujarnya.
Memang idealnya harus ada terminal barang untuk membatasi muatan truk-tuk ini. Sementara, lanjut Minto, terminal barang ini belum ada di Kukar.
"Kalau ada tentu begitu masuk kota, kendaraan disesuaikan dengan kondisi kita," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah