"Mereka malam itu baru bongkaran (datang minyak goreng dari mobil boks, red). Tapi baru ada 20 orang yang antre hingga luar toko, langsung diinfokan oleh pegawai toko sudah habis. Padahal warga melihat sendiri ada puluhan dus minyak goreng yang datang," katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (10 /3/2022).
Keluhan berlanjut ketika ada kebijakan baru lagi keesokan harinya untuk menyikapi kelangkaan minyak goreng ini oleh toko yang harus dipatuhi oleh pembeli jika ingin membeli minyak goreng.
"2 liter 28.000 ditambah kalau kita belanja minimal 10 ribu baru dapat minyak gorengnya," ungkapnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menyebutkan, pihaknya baru mendengar laporan terkait hal tersebut, namun jika laporan tersebut terbukti benar dan ada indikasi perbuatan mengambil kesempatan dalam situasi seperti sekarang ini, pihak Disperindag tak ragu-ragu melayangkan surat teguran kepada toko modern yang dimaksud.
"Kami baru dengar, ya tidak boleh kalau memang ada bukti seperti itu ya kami tegur pihak toko modernnya, asal ada bukti nanti kami surati dan tegur, jangan sampai memanfaatkan kesempatan dengan situasi seperti ini, tidak boleh seperti itu," sebutnya.
Sayid menjelaskan dalam situasi seperti saat ini, peran semua pihak sangat penting, terutama kawan-kawan pers yang memberitakan informasi yang akurat sehingga tidak menyebabkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.
"Minyak goreng itu ada, cuma yang subsidi yang langka, kalau yang non subsidi yang mahal-mahal itu ya ada saja, yang subsidi yang langka. Peran pers juga penting memberikan rasa tenang dan aman, jangan sampai masyarakat panic buying, jangan beli berlebihan sesuai kebutuhan saja," jelasnya.
"Dan InsyaAllah minyak goreng itu akan muncul dengan sendirinya dengan harga yang murah, karena kan ada batas expired juga, tidak mungkin juga orang akan menimbun lama-lama. Ilustrasi nya sama seperti kita mengantri solar subsidi di SPBU, kita ingin murah ya mengantre, sama juga seperti gas elpiji 3 kilo kan mau murah antri di pangkalan tapi bagi masyarakat yang tidak mau antre ya beli saja di eceran meskipun mereka tahu itu mahal," timpal Sayid.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah