Sejatinya kegiatan ini sebenarnya tidak teragendakan, namun setelah personel BPBD mengikuti apel HUT ke-103 Damkar di Kantor Bupati, akhirnya secara swadaya dan inisiatif serta kekompakan bersama, syukuran inipun terlaksana dengan penuh suasana keakraban dan kekompakan serta menjadi ajang silaturahmi antar lintas divisi dan sekaligus pemberian penghargaan terhadap purnawirawan yang berjasa mengabdi ketika menjabat di periode yang telah lampau.
Sekretaris BPBD Kukar, Edy Mardian mengatakan, pihaknya bersyukur kejadian kebakaran sejak 2019 mengalami penurunan.
“Alhamdulillah terus menurun, 2021 itu 55 kejadian kebakaran, dan ini menurun dari jumlah pada 2020, yang terbanyak itu 2019. Di 2021 itu 55 kejadian kebakaran dan 99 tindakan non kebakaran. Artinya kegiatan yang membantu terkait penanggulangan bencana ataupun menyikapi persoalan darurat yang dilaporkan oleh masyarakat, sedangkan untuk di 2022 ini per hingga awal tahun sampai Maret ini sudah 13 kejadian kebakaran,” kata Edy.
Edy mengungkapkan kebakaran yang terus menurun ini tentu patut disyukuri, dan hal ini sebagai pertanda bahwa semakin banyak dan tingginya perhatian masyarakat terhadap pencegahan kebakaran.
“Menurun ini karena sudah banyaknya upaya pencegahan dan banyaknya kawan-kawan relawan hingga di tingkat kelurahan. Untuk relawan itu ada sebanyak 76 yang terdaftar di kami, 22 di antaranya itu ialah Masyarakat Peduli Api (MPA) dan sisanya ialah balakar serta balakarcana. Untuk MPA itu biasanya ada di desa-desa dan di pinggiran kawasan hutan, ada yang kita bentuk ada juga yang dibentuk dan di-support oleh perusahaan,” ungkapnya.
Edy menyebutkan, jumlah relawan yang paling banyak berada di Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu dan Loa Janan. Sesuai dengan arahan yang disampaikan Sekda Kukar, Sunggono dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran, diharapkan masyarakat memiliki kepedulian dan partisipasi yang lebih.
“Sesuai yang dikatakan Pak Sekda tadi, bahwa masyarakat menjadi alarm pertama, dan diharapkan relawan balakar yang duluan mengantisipasi di wilayahnya sebelum kami datang. Untuk pos-pos itu ada yang bentukan kecamatan sendiri inisiatif contohnya di Kecamatan Sangasanga, Muara Badak, Muara Jawa, Sebulu, Muara Muntai dan untuk alatnya kami juga bantu semampu kami,” sebutnya.
Khusus kecamatan yang belum memiliki pos damkar tentu menjadi catatan dan target pekerjaan secara bertahap oleh pihak BPBD Kukar.
“Yang belum ada (pos damkar, Red) masuk menjadi target kami secara bertahap dan kecamatan yang belum ada kami imbau semoga bisa mampu mendirikan secara swadaya, seperti di Muara Muntai tepatnya di Muara Leka itu bisa berdiri berkat koordinasi kami dengan dewan yang menggunakan pokir-nya. Jadi memang penanggulangan kebakaran ini kerja lintas lini yang berperan, perusahaan bantu, dewan juga bantu dengan pokirnya,” terangnya.
Sementara itu, pada perayaan HUT ke-103 Damkar dan Penyelamatan tahun ini, Sekda Kukar, Sunggono mengucapkan selamat dan menyatakan bahwa pekerjaan petugas damkar serta relawan ini adalah pekerjaan yang mulia.
“Kita semua tentu sudah sangat akrab dengan petugas damkar, pada setiap kejadian bencana kebakaran mereka inilah yang menjadi insan terdepan dalam penyelematan, pekerjaan mulia dan kami berpesan dalam bekerja utamakan keselamatan diri pribadi yang paling utama, karena ada keluarga anda yang menantikan anda di rumah, pantang pulang sebelum api padam,” tegas Sunggono.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah