"Kami data ulang, persiapan lagi ini, baru dua hari yang lalu kalau tidak salah PU datang (mendata) kesana," jelas Restu kepada Korankaltim.com Senin (21/2/2022) hari ini.
Nilai kontraknya diperkirakan sekitar Rp31 miliar lebih. Pekerjaan dari jalan aspal Sebelimbingan - Tuana Tuha akan dilanjutkan diperkirakan masih ada sekitar 15 kilometer jalan yang bakal ditingkatkan kapasitas struktur jalannya. "Tahun ini rencananya sekitar lima kiloan," paparnya.
Jalan Sebelimbingan - Tuana Tuha ini termasuk kawasan gorong-gorong di Dusun Pendamaran, Desa Tuana Tuha Kecamatan Kenohan yang kini sudah sangat sulit untuk dilewati.
Bahkan Kecamatan bersurat ke PT REA Kaltim dan PT TMS untuk peminjaman pelabuhan/logpond sebagai alternatif, truk-truk dialihkan lewat jalur sungai.
Untuk penanganan di Pendamaran, Restu mengungkapkan pihaknya akan melakukan perbaikan menggunakan Dana Rekonstruksi yang ada di Dinas PU Kukar. Nilainya sekitar Rp2,3 miliar dan masih dalam proses lelang.
Namun mengingat situasinya harus diperbaiki segera, termasuk kawasan gorong-gorong, maka dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) yang terkumpul dari perusahaan wilayah hulu itu yang bakal digunakan.
Informasi yang didapat, telah terkumpul dana sekitar Rp600 juta lebih dari target terkumpul sebesar Rp1,5 miliar.
"Kalaupun misalnya terkumpul semua (dana TJSP) mungkin bisa diselesaikan juga permanennya. Cuma karena masih belum selesai terkumpul semua dana TJSP-nya namun masyarakat sudah berteriak kan, mau enggak mau sama teman-teman TJSP dana sebagian dikeluarkan untuk menimbun dulu," ungkapnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur