Untuk memastikan kabar itu, korankaltim.com menemui Ketua STT Tenggarong, Pdt Gideon, di kampus mereka, Jl Stadion Tenggarong.
Gideon membenarkan info yang tersebar di WhatsApp tersebut dan dirinya menceritakan kronologi puluhan mahasiswanya yang terpapar Covid-19.
Bermula pada Jumat (11/2/2022) lalu, ada salah seorang mahasiswa berobat ke IGD RSUD AM Parikesit karena demam dan memang memiliki riwayat asma.
"Kemudian di IGD di-swab antigen dan hasilnya positif dan langsung dirawat inap, karena ada informasi seperti itu lalu keesokan harinya ada pihak Puskesmas Loa Ipuh diminta rumah sakit untuk melakukan tracing kontak erat," kata Gideon, Jumat (18/2/2022).
Selanjutnya, Gideon berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk melakukan prosedur kesehatan yang diminta oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes). Bagi mahasiswa yang merasakan gejala batuk pilek atau demam dan badan pegal-pegal, dipersilakan untuk datang ke Puskesmas.
"Nah banyak lah yang ikut pergi (ke Puskesmas) termasuk mahasiswa yang batuk ringan untuk periksa. Jadi ada 70-an lebih orang yang pergi periksa, dari 70-an itu yang terkonfirmasi swab antigen positif sebanyak 67, termasuk yang sempat dirawat inap di rumah sakit itu. Ini Swab antigen ya, bukan Swab PCR," ungkapnya.
Dalam perkembangannya dan mengikuti prosedur kesehatan yang diarahkan Dinkes, pihak civitas akademika STT Tenggarong mempersiapkan ruangan untuk mahasiswa yang menjalani isolasi mandiri dan mahasiswa yang sehat agar tinggal terpisah.
"Kita melakukan isolasi mandiri dengan sistem blok asrama, jadi semua yang isolasi di bagian atas dan bawah. Yang pisah bangunan pun tetap kita jalankan bagi yang putra dan putri terpisah. Dan semua mahasiswa kami di sini yang berjumlah 200-an lebi, sekitar 95 persen sudah vaksin semua," sebutnya.
Gideon menegaskan isolasi mandiri yang dilakukan di kampus ini sesuai anjuran oleh Dinkes, yakni bangunannya terpisah dengan asrama mahasiswa yang sehat. Mahasiswa yang menjalankan isolasi mandiri selama 10 hari ini pun tidak diperkenankan keluar. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari baik belanja maupun kebutuhan pokoknya dalam 10 hari masa isoman dilakukan oleh mahasiswa yang sehat. Pembelajaran pun hingga 10 hari ke depan dilakukan dengan zoom meeting.
"Dan yang di rumah sakit pun di hari ketiga kemarin sudah diperbolehkan pulang karena kondisi sehat dan langsung menjalankan isolasi mandiri di asrama. Boleh dicek juga mahasiswa kami yang isolasi mandiri per hari ini sudah tidak ada yang bergejala," tegasnya.
"Pembelajaran kita pun ini via zoom dan kami pastikan masyarakat tidak perlu cemas dan pengalaman kami yang melihat langsung, tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, semua aman terkendali," demikian Gideon.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah