“Perumda kita itu sama, tinggal bagaimana kita mensinergikan tata kelola baik itu secara teknis maupun secara administrasi. Sinergitas harus kita lakukan bersama bagaimana pun kita tidak bisa meninggalkan tata kelola sebagai ketentuan bersama dalam hal pengelolaan Perumda di Kabupaten masing-masing,” kata Suparno saat mengawali sambutannya.
Dalam studi interaktif terkait tata kelola organisasi ini, Suparno menjelaskan struktur yang didiskusikan yakni sesuai PP 54/2017 dalam hal struktur tata kelola BUMD khususnya perumda.
“Jadi memang beban dan tanggung jawab kita tidak semakin ringan namun semakin berat dari hari ke hari, tetapi dengan kebersamaan, semangat dan kolaborasi ini tidak ada yang tidak mungkin kita lakukan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, karena tujuan kita yang diamanatkan pemerintah bagaimana bisa memberikan pelayanan yang baik untuk kebutuhan air bersih, baik untuk Kabupaten Kutai Timur maupun Kutai Kartanegara
“Inilah yang harus kita sinergikan bagaimana kita melakukan kecepatan dan percepatan dalam lompatan-lompatan layanan, sama seperti tuntutannya yang dibebankan di pemerintah masing-masing, tapi bagaimana upaya kita sama-sama memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai timur,” tegas Suparno.
Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Tuah Benua Kutim, Suparjan menyebutkan kunjungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi penting berkaitan dengan pengelolaan suatu organisasi dan tata kelola Perumda Tirta Mahakam untuk kemudian diaplikasikan di Perumda Tirta Tuah Benua.
“Kebetulan kami selalu merujuki kawan-kawan di sini, Perumda Tirta Mahakam selalu jadi rujukan untuk tata kelola di perumda kami, banyak hal-hal kemiripan, seperti jumlah layanan yang sama, kami di Kutim juga 18 kecamatan, semoga sinergitas ini terus terjalin dan kami tidak asing lagi dengan Tirta Mahakam, mengingat banyak kenangan di sini karena dulunya kami pernah bertugas di sini,” ucap Suparjan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah