"Insya Allah hari ini sudah diperbaiki redaksinya, hasil pertemuan kami dengan pihak kemenag dengan UPT SMK SMA atau nanti mereka punya surat edaran sendiri itu masih dikoordinasikan, suratnya sudah siap, segera keluar," kata Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor kepada Korankaltim.com, Selasa (15/2/2022) hari ini.
Toi, sapaan akrab Thauhid Afrilian Noor mengungkapkan, berbeda dengan PTM yang diterapkan di daerah lain, di Kukar PTM terbatas akan diterapkan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di kawasan kecamatan masing-masing, sehingga Disdikbud Kukar telah menyiapkan zona-zona yang berbeda beda baik kawasan perkotaan, pesisir dan kawasan ulu.
"PTM ada yang 100 persen ada yang 50 persen tergantung zonanya, seperti di daerah ulu yang siswanya sedikit, masa iya siswanya 10 di-PTM bagi dua, menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing," ungkapnya.
Disdikbud berusaha agar di Kukar jangan sampai terjadi kluster sekolah terkait penyebaran Covid-19.
"Sekolah-sekolah secara umum sebenarnya sudah siap dengan prokesnya, namun peristiwa ini kan bukan hanya berada di sekolah, ada di lingkungan di luar sekolah, kasus ini kan juga terkait dengan orang tuanya ada yang keluar daerah, kalau prokes di sekolah-sekolah sih kita pantau ya sudah baik semua, tapi tetap saja kita imbau untuk perketat lagi prokes-nya," pungkas Toi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur