"Doa saya tidak muluk-muluk untuk ayahanda Sultan karena beliau adalah orangtua kita di Kutai Kartanegara khususnya, bahkan untuk sebagian besar masyarakat Kalimantan Timur yang diinginkan dari bertambahnya usia Sultan ke 71 ini makin diberikan kesehatan yang pasti, diberikan kebahagiaan diberikan keberkahan di setiap langkahnya untuk memimpin kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura," kata Rendi Solihin kepada Korankaltim.com, Jumat (11/2/2022) hari ini.
Rendi menyebutkan eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tentu tidak terlepas dari jasa dan peran Bupati Kukar terdahulu yakni H Syaukani HR almarhum, yaitu dengan melakukan revitalisasi Kesultanan dan menjadikannya sebagai simbol kebesaran daerah Kutai Kartanegara. Tentu hal ini pula yang saat ini terus akan dipelihara oleh pemerintahan Bupati dan Wabup Kukar Edi Damansyah dan Rendi Solihin.
"Itu juga salah satu langkah yang harus diapresiasi di jaman pemerintahan Pak Syaukani almarhum, beliaulah yang telah mengaktifkan kembali Kedaton ini sehingga Kedaton bisa digunakan seperti sekarang ini untuk menerima tamu-tamu besar, tamu-tamu kesultanan tamu-tamu pemerintahan yang berhubungan dengan budaya, artinya tugas pemerintah yang sekarang cuma untuk melanjutkan dan merawat yang sudah ada," sebut Rendi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur